top of page
Latest News
Wuling Bingo Pro Resmi Terungkap! Mobil Listrik Imut dengan Banyak Pilihan
Keluarga mobil listrik imut Wuling Bingo di China bertambah lagi! Setelah Bingo, Bingo S, dan Bingo PLUS, kini hadir varian terbaru bernama Bingo Pro. Ukurannya pas, lebih besar dari Bingo biasa tapi lebih compact dari Bingo S, tetap dengan layout praktis: 5 pintu dan 5 kursi.
Tampilan Tetap Menggemaskan
Bingo Pro tidak meninggalkan ciri khasnya.Desainnya yang seperti kartun, dengan lampu depan besar dan bundar, tetap membuatnya terlihat lucu dan friendly. Warna "susu teh" yang terlihat di dokumen pemerintah pun sangat cocok dengan karakternya. Dari samping, mobil ini didukung roda berdesain kelopak bunga ukuran 16 inci dan gagang pintu semi-tersembunyi yang stylish. Bagian belakangnya rapi, dengan lampu yang bentuknya harmonis dengan desain depannya. Untuk ukuran, panjangnya 4,05 meter dengan jarak antar roda 2,56 meter, cukup lapang untuk segmennya.
Bisa Disesuaikan dengan Selera
Yang menarik,Bingo Pro menawarkan banyak opsi personalisasi. Pembeli bisa memilih tambahan seperti kamera depan, radar parkir depan/belakang, dan indikator buka bagasi. Untuk penampilan, ada pilihan desain roda, warna atap (hitam atau senada body), serta beberapa tipe kaca spion luar (ada yang sudah built-in kamera).
Ditenagai Listrik Murni
Sebagai mobil listrik,Bingo Pro mengandalkan motor listrik dengan tenaga puncak 65 kW dan baterai berjenis Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal lebih aman dan tahan lama.
HarmonyOS Resmi Perkenalkan MPV Pertama Mereka: Zhijie V9
Mobil ini rencananya akan meluncur di musim semi 2026, membawa teknologi terdepan dari Huawei.
Desain eksteriornya khas mobil listrik yang futuristik:
· Bentuk dinamis dengan bagian depan yang kokoh
· Lampu utama dan belakang diduga menyambung (continuous)
· Atap dilengkapi sensor lidar
· Jendela besar, terutama di baris kedua, untuk pengalaman yang lapang
Dibangun di platform E0X-L, Zhijie V9 akan tersedia dalam dua pilihan, yang pertama adalah versi listrik murni, serta yang kedua adalah versi range-extender (penambah jangkauan). Range extender sendiri adalah merupakan mobil listrik yang sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, namun masih memiliki mesin bensin yang berfungsi sebagai pembangkit listrik internal. Baterai mobil ini sendiri menggunakan baterai milik produsen CATL.
China Resmi Izinkan Mobil Otonom Level 3, Changan dan BAIC Jadi yang Pertama
BEIJING — Regulator industri China resmi menyetujui dua mobil listrik lokal dengan kemampuan mengemudi otonom Level 3, menandai pertama kalinya teknologi ini mendapat lampu hijau dari regulator nasional sebagai produk yang sah dan siap digunakan secara terbatas di jalan umum.
Persetujuan tersebut diberikan oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) kepada dua sedan listrik produksi Changan Auto dan BAIC Motor, yang masuk dalam daftar kategori produk otomotif terbaru mereka.
Kedua model ini diizinkan mengaktifkan fitur pengemudian otonom bersyarat (Level 3) di area tertentu, yakni Chongqing dan Beijing, dengan batas kecepatan maksimal masing-masing 50 km/jam dan 80 km/jam. Dalam tahap awal, mobil-mobil ini akan diuji operasionalkan di ruas jalan tertentu melalui layanan transportasi daring milik masing-masing pabrikan.
Sebagai gambaran, industri otomotif membagi teknologi mengemudi otonom ke dalam lima level, mulai dari Level 1 (sekadar cruise control) hingga Level 5 (mobil sepenuhnya bisa mengemudi sendiri). Level 3 memungkinkan pengemudi untuk melepas tangan dan pandangan dari jalan dalam kondisi tertentu, meski tetap harus siap mengambil alih kendali saat dibutuhkan.
Langkah ini mempertegas ambisi China untuk menjadi pemimpin global dalam pengembangan dan adopsi teknologi kendaraan otonom, yang diyakini akan mengubah wajah industri otomotif dunia. Tahun lalu, pemerintah China bahkan menggandeng sembilan produsen mobil dalam uji coba publik untuk mempercepat penggunaan mobil tanpa pengemudi.
Meski begitu, jalan menuju otonomi penuh tidak sepenuhnya mulus. Awal tahun ini, regulator China memperketat pengawasan terhadap teknologi bantuan mengemudi setelah kecelakaan fatal yang melibatkan Xiaomi SU7 pada Maret lalu. Insiden tersebut menewaskan tiga penumpang setelah mobil menabrak tak lama usai pengemudi mengambil alih kendali dari sistem bantuan mengemudi.
Sebagai respons, pemerintah China kini meningkatkan standar regulasi untuk kendaraan Level 3, termasuk mewajibkan pertanggungjawaban produsen mobil dan pemasok komponen apabila kegagalan sistem menyebabkan kecelakaan. Di sisi lain, otoritas tetap mendorong pabrikan untuk terus mengembangkan sistem yang lebih canggih.
Sementara itu, pengembang kendaraan otonom seperti Pony.ai dan WeRide telah lebih dulu menguji kendaraan Level 4 mereka di berbagai kota di China dengan lisensi dari pemerintah daerah.
Sebagai perbandingan, sistem Full Self-Driving (FSD) milik Tesla, yang masih berada di Level 2, telah mendapat persetujuan terbatas di China sejak Februari lalu, namun hingga kini belum mencapai performa optimal, termasuk di pasar Amerika Serikat.
China Rem Perang Harga Mobil, Diskon Ekstrem Mulai Dibatasi
Pemerintah China semakin serius menertibkan perang harga mobil di dalam negeri. Otoritas pengawas pasar mengusulkan aturan baru yang membatasi diskon ekstrem, sebagai sinyal pengawasan yang lebih ketat terhadap persaingan berlebihan di industri otomotif.
Melalui pedoman yang diumumkan Jumat malam, Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar mengusulkan larangan bagi produsen menjual mobil di bawah biaya produksi, serta membatasi dealer menawarkan diskon atau rabat yang membuat harga jual jatuh di bawah ongkos produksi.
Kebijakan ini langsung berdampak ke pasar saham. Saham BYD dan sejumlah produsen EV China melemah pada Senin, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap tekanan regulasi baru. Selama ini, banyak merek mengandalkan diskon agresif untuk menjaga penjualan di tengah permintaan yang melambat.
Padahal, lebih dari enam bulan lalu pemerintah sudah memperingatkan produsen soal praktik “adu cepat” yang merusak kesehatan industri. Namun faktanya, harga mobil terus turun, didorong oleh lemahnya permintaan dan kelebihan kapasitas produksi.
“Beberapa merek memanfaatkan skala produksi besar untuk merebut pasar, dan itu justru memperparah perang harga,” ujar Li Yanwei, penasihat Asosiasi Dealer Mobil China.
Pengetatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan fenomena “involution”, yaitu hiperkompetisi yang membuat keuntungan industri semakin menipis meski persaingan makin sengit.
Data menunjukkan tekanan harga masih berlanjut. Harga transaksi rata-rata BYD turun dari 116.200 yuan pada Juni menjadi 108.100 yuan pada Oktober. Di saat yang sama, insentif negara untuk pembelian EV mulai dikurangi, membuat posisi produsen dan dealer semakin terjepit.
Saham BYD tercatat turun 1,7% di Hong Kong, sementara Nio, Xiaomi, dan Leapmotor juga ikut terkoreksi. Menurut analis Macquarie, investor kini semakin sadar bahwa tekanan regulasi menjadi salah satu faktor utama pelemahan saham otomotif China.
Di sisi lain, saham dealer mobil justru menguat, karena aturan ini berpotensi mengurangi tekanan dari produsen untuk memberikan diskon besar demi mengejar target penjualan. Namun analis Morgan Stanley mengingatkan, menaikkan harga ke konsumen tetap sulit selama permintaan masih lemah, terutama untuk mobil bermesin konvensional.
Aturan ini masih dibuka untuk masukan publik hingga 22 Desember, sekaligus menargetkan praktik kolusi dan memperketat pengawasan harga. Mulai tahun depan, produsen juga diwajibkan mengantongi izin ekspor EV untuk menekan praktik “mobil nol kilometer” yang kerap dipakai demi menggelembungkan angka penjualan.
Seiring pengawasan yang makin ketat, sejumlah produsen mulai mengubah strategi, mengurangi diskon langsung dan menggantinya dengan penawaran nilai tambah agar tetap menarik di mata konsumen.
XPENG Pilih Malaysia untuk Perakitan G6 dan X9, Produksi Mulai Tahun Depan
KUALA LUMPUR — EP Manufacturing Berhad (EPMB), perusahaan otomotif asal Malaysia, resmi menandatangani kesepakatan untuk merakit mobil listrik dari brand China, XPENG, di fasilitas produksinya yang berlokasi di Malaka.
Melalui keterbukaan informasi di bursa saham, EPMB mengungkapkan bahwa proses perakitan untuk SUV listrik XPeng G6 dijadwalkan mulai berjalan pada 31 Maret 2026. Sementara itu, produksi MPV listrik XPeng X9, termasuk varian Extended Range Electric Vehicle (EREV), akan menyusul pada 25 Mei 2026.
Sebagai informasi, EPMB dikenal sebagai produsen komponen otomotif seperti bodi plastik dan aluminium, dan kerja sama ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisinya di sektor perakitan kendaraan listrik.
XPeng sendiri menyatakan bahwa pihaknya tengah menjajaki kemitraan jangka panjang dengan EPMB untuk produksi massal EV, seiring ambisinya menjadikan Malaysia sebagai basis strategis ekspansi di kawasan Asia Tenggara.
Dalam kesepakatan tersebut, XPeng berkomitmen memenuhi jumlah pesanan minimum bulanan. Selain itu, unit EPMB di Malaka, PEPS-JV (Melaka) Sdn Bhd, akan mendapatkan hak penawaran pertama untuk merakit tiga model XPeng berikutnya di masa depan.
EPMB menilai kolaborasi ini akan membantu mengoptimalkan kapasitas pabrik mereka di Malaka, memperluas portofolio klien otomotif, sekaligus memperkuat perannya di industri kendaraan listrik yang terus berkembang.
Menariknya, langkah XPeng ini juga mencerminkan tren terbaru di mana pabrikan otomotif China mulai melirik Malaysia sebagai hub manufaktur Asia Tenggara, setelah sebelumnya lebih fokus ke Thailand dan Indonesia.
Sebelumnya, BYD telah mengumumkan rencana pembangunan pabrik perakitan EV di negara bagian Perak, sementara Leapmotor juga bersiap memulai perakitan EV di pabrik Stellantis di Kedah.
Intip Global Dealer iCAR, Sub Brand dari Chery yang Cheerful, Attractive & Eye Catching di Malaysia
iCAR sub brand dari Chery, meresmikan dealer pertamanya di dunia yang berlokasi di Glenmarie, Shah Alam (Malaysia). Peresmian dealer seluas 18.912 kaki persegi ini menandai babak baru ekspansi global iCAR sekaligus persiapan menyambut peluncuran model pertamanya, iCAR 03, di Malaysia.
Dealer iCAR dengan konsep "Born to Play" menghadirkan pengalaman baru dalam industri otomotif Malaysia. Tidak sekadar showroom konvensional, fasilitas ini dilengkapi dengan:
· Dua EV charging bay pribadi
· iCAR Arcade (zona gaming khusus pengunjung)
· Lounge pelanggan premium
· Tiga bengkel servis dan satu bengkel khusus kustomisasi
iCAR tidak main-main dalam memasuki pasar Malaysia. Brand ini menargetkan pembangunan 18 titik penjualan dan 9 dealer penuh di seluruh Malaysia hingga pertengahan September 2025.
Untuk mendukung ekspansi ini, iCAR telah menyiapkan Components Hub seluas 88.000 kaki persegi di Shah Alam yang telah beroperasi sejak Maret 2025.
Gudang pusat ini menyimpan lebih dari 10.000 suku cadang guna memastikan ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual yang optimal.
Geely Resmikan Pusat Uji Keselamatan Terbesar di Dunia, Siap Setel Standar Baru untuk Mobil Masa Depan
Geely Auto Group baru saja meresmikan Geely Safety Centre, pusat pengujian keselamatan otomotif tercanggih dan terbesar di dunia. Fasilitas megah ini menegaskan komitmen Geely dalam meningkatkan keamanan kendaraan, terutama di era transformasi menuju elektrifikasi dan kendaraan pintar.
Dibangun dengan investasi sekitar Rp 4,7 triliun di atas lahan seluas 45.000 m², pusat ini bukan hanya besar, tetapi juga dilengkapi teknologi mutakhir. Di dalamnya, terdapat beberapa fasilitas unggulan seperti:
· Lintasan uji tabrak dalam ruangan terpanjang (hampir 300 meter)
· Terowongan angin dengan simulasi iklim seluas lebih dari 28.000 m²
· Zona uji tabrak dengan berbagai sudut benturan
· Kemampuan melakukan 27 jenis pengujian keselamatan berbeda dalam satu lokasi
Jerry Gan, CEO Geely Auto Group, menyatakan bahwa keselamatan telah menjadi prioritas Geely selama lebih dari 30 tahun. “Dengan pusat ini, kami ingin menetapkan standar keselamatan baru yang menguntungkan industri dan konsumen global, khususnya di era kendaraan cerdas,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada uji tabrak konvensional, Geely Safety Centre juga dirancang untuk menguji aspek keselamatan modern seperti:
· Sistem keamanan aktif
· Pengujian baterai dan penggerak listrik
· Perlindungan data dan privasi
· Kesejahteraan pengguna dan dampak lingkungan
Dengan adanya fasilitas ini, Geely siap memimpin inovasi keselamatan kendaraan, sekaligus menjawab tantangan keamanan di era mobil listrik dan connected car.
Chery Akan Ikut Balap Legendaris Le Mans dalam 5 Tahun
Produsen mobil asal Tiongkok, Chery, berencana untuk ikut serta dalam balap mobil ketahanan paling bergengsi di dunia, 24 Jam Le Mans, dalam waktu lima tahun ke depan. Mereka akan turun dengan merek premiumnya, Exeed.
Exeed baru saja menandatangani kerja sama dengan penyelenggara Le Mans, Automobile Club de l’Ouest (A.C.O). Rencana mereka bertahap:
1. Seleksi Lokal: Chery akan mengadakan kompetisi balap ketahanan di Tiongkok untuk menguji teknologi, membentuk tim, dan mencari pembalap berbakat.
2. Balap di Asia: Exeed akan mengikuti Asian Le Mans Series sebagai langkah persiapan sebelum ke Le Mans.
3. Tujuan Akhir: Membentuk "Exeed Le Mans Team" untuk bertanding di 24 Jam Le Mans. Chery juga akan membangun sirkuit bersertifikasi Le Mans di Wuhu, kota tempat kantor pusatnya, untuk pengembangan mobil dan ajang balap.
Chery akan menjadi produsen mobil Tiongkok pertama yang berkompetisi di ajang ini, bergabung dengan pabrikan ternama seperti Porsche, Toyota, dan BMW.
Produsen Tiongkok Lain Juga Aktif di Motorsport
Chery bukan satu-satunya. Perusahaan Tiongkok lain juga aktif di dunia balap:
· Geely (lewat Lynk & Co Cyan Racing) sangat sukses di ajang turisme dunia TCR, dengan banyak gelar juara.
· Anak perusahaan Geely juga terlibat dalam dukungan untuk balap junior Formula 4 dan kompetisi teknik mahasiswa.
Dengan langkah Chery ini, semakin jelas bahwa produsen mobil Tiongkok tidak hanya fokus di pasar jalanan, tetapi juga serius mengembangkan teknologi dan reputasi melalui motorsport tingkat dunia.
bottom of page











