China Resmi Izinkan Mobil Otonom Level 3, Changan dan BAIC Jadi yang Pertama

BEIJING — Regulator industri China resmi menyetujui dua mobil listrik lokal dengan kemampuan mengemudi otonom Level 3, menandai pertama kalinya teknologi ini mendapat lampu hijau dari regulator nasional sebagai produk yang sah dan siap digunakan secara terbatas di jalan umum.
Persetujuan tersebut diberikan oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) kepada dua sedan listrik produksi Changan Auto dan BAIC Motor, yang masuk dalam daftar kategori produk otomotif terbaru mereka.
Kedua model ini diizinkan mengaktifkan fitur pengemudian otonom bersyarat (Level 3) di area tertentu, yakni Chongqing dan Beijing, dengan batas kecepatan maksimal masing-masing 50 km/jam dan 80 km/jam. Dalam tahap awal, mobil-mobil ini akan diuji operasionalkan di ruas jalan tertentu melalui layanan transportasi daring milik masing-masing pabrikan.
Sebagai gambaran, industri otomotif membagi teknologi mengemudi otonom ke dalam lima level, mulai dari Level 1 (sekadar cruise control) hingga Level 5 (mobil sepenuhnya bisa mengemudi sendiri). Level 3 memungkinkan pengemudi untuk melepas tangan dan pandangan dari jalan dalam kondisi tertentu, meski tetap harus siap mengambil alih kendali saat dibutuhkan.
Langkah ini mempertegas ambisi China untuk menjadi pemimpin global dalam pengembangan dan adopsi teknologi kendaraan otonom, yang diyakini akan mengubah wajah industri otomotif dunia. Tahun lalu, pemerintah China bahkan menggandeng sembilan produsen mobil dalam uji coba publik untuk mempercepat penggunaan mobil tanpa pengemudi.
Meski begitu, jalan menuju otonomi penuh tidak sepenuhnya mulus. Awal tahun ini, regulator China memperketat pengawasan terhadap teknologi bantuan mengemudi setelah kecelakaan fatal yang melibatkan Xiaomi SU7 pada Maret lalu. Insiden tersebut menewaskan tiga penumpang setelah mobil menabrak tak lama usai pengemudi mengambil alih kendali dari sistem bantuan mengemudi.
Sebagai respons, pemerintah China kini meningkatkan standar regulasi untuk kendaraan Level 3, termasuk mewajibkan pertanggungjawaban produsen mobil dan pemasok komponen apabila kegagalan sistem menyebabkan kecelakaan. Di sisi lain, otoritas tetap mendorong pabrikan untuk terus mengembangkan sistem yang lebih canggih.
Sementara itu, pengembang kendaraan otonom seperti Pony.ai dan WeRide telah lebih dulu menguji kendaraan Level 4 mereka di berbagai kota di China dengan lisensi dari pemerintah daerah.
Sebagai perbandingan, sistem Full Self-Driving (FSD) milik Tesla, yang masih berada di Level 2, telah mendapat persetujuan terbatas di China sejak Februari lalu, namun hingga kini belum mencapai performa optimal, termasuk di pasar Amerika Serikat.