top of page
News
Desain Mobil China Kini Diakui Dunia: Dari Peniru Jadi Trendsetter
Beberapa tahun lalu, desain mobil China sering mendapat stigma negatif. Banyak yang menilai tampilannya terlalu meniru brand Eropa atau Jepang, bahkan dianggap kurang punya identitas sendiri. Namun kini, pandangan itu mulai berubah drastis. Mobil-mobil China justru semakin sering dipuji karena desainnya yang berani, modern, dan futuristik.Transformasi ini bukan terjadi secara instan, melainkan hasil dari strategi jangka panjang yang sangat serius.
Salah satu kunci perubahan desain mobil China adalah rekrutmen besar-besaran desainer top dunia. Banyak brand China kini dipimpin oleh mantan desainer dari BMW, Audi, Mercedes-Benz, hingga Volkswagen. Hasilnya terlihat jelas: bahasa desain mobil China menjadi lebih matang, proporsional, dan punya karakter kuat. Tidak lagi sekadar “mirip”, tapi mulai punya ciri khas sendiri.
Berbeda dengan brand konvensional yang cenderung bermain aman, banyak brand China justru berani mengambil risiko desain. Lampu depan tipis ekstrem, garis bodi tajam, siluet futuristik, hingga interior minimalis dengan layar besar kini jadi identitas baru. Brand seperti Zeekr, Avatr, NIO, IM Motors, hingga Yangwang sering disebut sebagai contoh mobil China dengan desain yang “terlihat mahal” dan visioner, bahkan saat diparkir di samping mobil Eropa.
Jika eksterior memikat dari kejauhan, interior mobil China sering kali jadi kejutan besar. Kabin dirancang seperti living space digital — layar besar, pencahayaan ambient dramatis, material modern, serta antarmuka yang intuitif. Bagi konsumen muda, desain interior ini terasa jauh lebih relevan dibanding pendekatan klasik ala mobil premium lama.
Keunggulan desain mobil China tidak berdiri sendiri, melainkan sangat terintegrasi dengan teknologi. Bentuk dashboard, layout kabin, hingga desain setir dan konsol tengah dibuat untuk mendukung sistem infotainment, AI assistant, dan fitur connected car. Ini membuat mobil China terasa seperti produk teknologi yang bergerak, bukan sekadar alat transportasi.
Kini, pujian terhadap desain mobil China tidak hanya datang dari konsumen lokal, tetapi juga dari media dan pengamat otomotif global. Di beberapa pameran otomotif internasional, mobil China bahkan kerap disebut sebagai salah satu yang paling menarik secara visual. Persepsi lama perlahan runtuh: mobil China tidak lagi identik dengan desain murahan atau tiruan.
Perubahan ini menandai fase baru industri otomotif China. Dari yang dulu belajar dan mengikuti, kini mereka mulai menentukan arah desain global — terutama di era mobil listrik dan smart car, di mana aturan desain lama tidak lagi sepenuhnya relevan. Ke depan, bukan tidak mungkin justru brand Eropa dan Jepang yang mulai menyesuaikan diri dengan selera desain yang dipopulerkan oleh China.
Brand Otomotif China Mulai “Mengusir” Merek Barat di Kandangnya Sendiri
Pasar otomotif China sedang mengalami perubahan besar. Dalam beberapa tahun terakhir, dominasi merek-merek Barat seperti BMW, Mercedes-Benz, Audi, hingga Porsche mulai goyah — dan penyebab utamanya datang dari dalam negeri sendiri: brand otomotif China.
Jika dulu mobil lokal China dipandang sebagai pilihan ekonomis dengan kualitas standar, kini situasinya berbalik. Konsumen China justru semakin percaya diri memilih mobil buatan negaranya sendiri, terutama di segmen kendaraan listrik dan smart car.
Brand China seperti BYD, Geely, NIO, Zeekr, Changan, hingga SAIC menawarkan kombinasi yang sulit ditandingi: teknologi canggih, fitur melimpah, dan harga yang jauh lebih kompetitif. Di kelas harga yang sama, mobil China sering kali sudah dibekali layar besar, sistem infotainment berbasis AI, advanced driver assistance system (ADAS), serta pembaruan perangkat lunak OTA. Sementara itu, mobil Barat masih banyak mengandalkan nama besar dan warisan brand. Bagi konsumen China yang sangat tech-oriented, nilai ini menjadi faktor penentu.
Tekanan ini terlihat jelas dari performa brand Barat di China. Beberapa merek premium Eropa mengalami penurunan penjualan yang signifikan, terutama di segmen EV. Bahkan, ada langkah ekstrem seperti Porsche yang memutuskan menutup jaringan charging eksklusifnya di China, karena dinilai tidak lagi relevan dan sulit bersaing dengan ekosistem lokal. Langkah ini menjadi simbol bahwa brand Barat kini harus beradaptasi keras — atau berisiko kehilangan pangsa pasar lebih besar.
Perubahan terbesar justru datang dari perilaku konsumen China sendiri. Loyalitas terhadap brand asing mulai menurun. Mobil lokal tidak lagi dianggap “opsi kedua”, melainkan pilihan utama yang lebih masuk akal secara teknologi dan nilai. Bagi generasi muda China, brand lokal kini terasa lebih modern, lebih connected, dan lebih sesuai dengan gaya hidup digital mereka.
Menariknya, brand China juga tidak lagi hanya bermain di segmen harga terjangkau. Banyak pabrikan mulai mendorong sub-brand premium dengan positioning lebih tinggi, baik dari sisi desain, performa, maupun teknologi. Ini membuat persaingan semakin panas, bahkan langsung berhadapan dengan brand premium Eropa di kelas yang sama.
Meski brand Barat belum sepenuhnya tersingkir, jelas bahwa keseimbangan kekuatan telah berubah. China tidak lagi sekadar pasar besar bagi pabrikan global, melainkan juga medan tempur yang sangat kompetitif — dengan brand lokal sebagai pemain utamanya.
Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah brand China bisa mengalahkan brand Barat di pasar domestik, melainkan seberapa jauh dominasi itu akan meluas ke pasar global.
Teaser Chery Tiggo 5 PRO versi China, Tampil Ganteng dan Menggoda
Informasi resmi mobil baru Chery, Tiggo 5 PRO, akhirnya terungkap. Mobil ini mengusung desain baru yang sporty dan tampak gagah. Tapi desain ini kemungkinan akan hadir di pasar global sebagai OMODA dari brand OMODA JAECOO.
Desain depannya modern dengan grille tertutup, lampu utama ramping, dan tiga buah air intake di bagian bawah. Bagian belakangnya tak kalah menarik dengan bentuk yang kokoh, lampu belakang menerus (continuous tail lights), dan spoiler yang memperkuat kesan sporty.
Memiliki dimensi mobil. Panjang 4.540 mm, lebar 1.835 mm, tinggi 1.588 mm, dengan jarak sumbu roda 2.630 mm. Untuk tenaga, Tiggo 5 PRO menggunakan mesin bensin turbo 1.5L (kode SQRE4T15C) buatan Chery yang sanggup menghasilkan tenaga maksimal 115 kW.
Geely Galaxy M7: SUV Plug-in Hybrid 5-Seater yang Siap Hadir dengan Desain Futuristik dan Efisiensi Tinggi
Geely kini bersiap menyapa pasar yang lebih luas dengan kehadiran Galaxy M7.
Dari sisi penampilan, Galaxy M7 langsung dikenali berkat light strip menerus di depan yang menjadi ciri khas. Desainnya yang ramping semakin "elektrik" berkat grille konvensional yang diminiaturisasi dan dipindahkan ke area bumper. Sentuhan krom pada udara intake di sampingnya menambah kesan premium. Yang menarik, M7 mempertahankan gagang pintu konvensional alih-alih yang tersembunyi, sebuah pilihan yang mungkin berfokus pada kepraktisan. Gaya fastback yang melandai dari pilar B dan lampu belakang menerus dengan logo Geely di tengahnya membuat tampilan belakangnya terlihat tajam dan sporty.
Dimensinya menjanjikan ruang kabin dan bagasi yang lapang untuk segmennya, ideal untuk keluarga. Jantungnya adalah sistem hibrida plug-in dengan mesin 1.5L bertenaga 82 kW yang dipadukan dengan baterai lithium ferro fosfat (LFP). Konfigurasi ini mengutamakan efisiensi bahan bakar dan kelancaran berkendara sehari-hari, dengan kemampuan mencapai kecepatan tertinggi 180 km/jam.
Dengan kombinasi desain yang eye-catching, teknologi hibrida yang praktis, dan ruang yang diperkirakan generous, Galaxy M7 berpotensi menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mencari SUV modern tanpa rasa cemas akan jarak tempuh.
Bebas berkendara lebih jauh! XPeng MONA M03 baru menghadirkan jarak tempuh lebih dari 600 km
Sub-brand ekonomis dari XPENG, yaitu MONA M03 baru bakal punya jarak tempuh maksimal yang sangat jauh, yaitu hingga 640 km, sehingga memberikan banyak pilihan bagi pengguna.
Mobil listrik ini akan menggunakan baterai lithium besi fosfat dari EVE Energy. Tersedia tiga pilihan kapasitas baterai dengan jarak tempuh yang berbeda-beda:
· Baterai 51,8 kWh: jarak tempuh antara 485 - 540 km.
· Baterai 61,6 kWh: jarak tempuh antara 570 - 610 km.
· Baterai 62,2 kWh: jarak tempuh tertinggi, yaitu 625 - 640 km.
Eksterior, MONA M03 tidak berubah drastis. Perubahan utama ada pada bumper depan, di mana garis pada grille terhubung mulus dengan lekatan pada kap mesin. Bumper belakang juga didesain ulang dengan tambahan ventilasi udara di kedua sisinya untuk kesan yang lebih sporty.
Yang menarik, mobil baru ini memiliki dimensi 4.785 mm (P) x 1.896 mm (L) x 1.445 mm (T) dengan jarak sumbu roda 2.815 mm. Panjangnya bertambah 5 mm dibandingkan model saat ini.
All-New Wuling Rongguang EV: Ruang Luas, Gaya Modern, Siap Melaju
Hadir dengan desain terbaru yang lebih gagah dan dimensi bodi yang diperbesar. Pilih sesuai kebutuhan keluarga: varian 5-seater atau 7-seater.
Tampilan Eksterior:
· Desain sederhana dan modern dengan grille depan tertutup.
· Lampu persegi yang tegas, dilengkapi detail hitam pada velg dan bumper untuk kesan sporty.
· Bentuk bodi yang kokoh dengan lampu belakang vertikal, menciptakan kesan stabil dan luas.
· Dimensi lapang: Panjang 4.535 mm, jarak sumbu roda 2.850 mm, ideal untuk kenyamanan kabin dan bagasi.
Interior Fleksibel:
· Varian 7-Seater: Baris kedua bisa dilipat, baris ketiga bisa dilipat dan ditingkatkan, menciptakan area bagasi panjang 515 mm.
· Varian 5-Seater: Kabin dan bagasi sangat luas, dengan panjang area bagasi mencapai 1.310 mm untuk muatan yang lebih banyak.
Ditenagai Listrik Murni:
· Motor listrik bertenaga 100kW dengan baterai Lithium Iron Phosphate yang andal.
· Kecepatan tertinggi 135 km/jam, siap untuk perjalanan harian yang efisien dan ramah lingkungan.
FAW Bestune Luncurkan Mobil Listrik Terjangkau Dengan Daya Jelajah 565 km, Gunakan Baterai CATL
Mobil listrik terbaru dari grup FAW yaitu Bestune Yueyi 08, menawarkan daya jelajah hingga 565km dengan sekali isi daya. Sebagai mobil berukuran sedang, mobil ini akan dilengkapi dengan baterai dari produsen ternama CATL. Seri Yueyi memang dikenal dengan harganya yang relatif terjangkau, dan model ini diperkirakan akan mengikuti strategi harga yang ramah kantong.
Tampilan, Yueyi 08 memiliki desain eksterior khas mobil listrik, dengan lampu depan yang dinamis, desain lampu terpisah, dan bagian bawah bumper depan yang masih memiliki ventilasi.
Dimensi mobil ini 4920/1920/1475mm, dengan jarak sumbu roda 2900mm. Bagian belakangnya didesain ramping dengan gaya fastback dan lampu belakang menerus, yang terlihat bersih dan modern. Kabarnya, kabin mobil akan menggunakan chip Qualcomm Snapdragon 8295P yang canggih.
Untuk performa, Bestune Yueyi 08 menggunakan motor listrik berkekuatan 202kW dan baterai lithium besi fosfat (LFP) dari CATL. Kombinasi ini yang memberikannya daya jelajah sejauh 565km.
EXEED Umumkan Mobil Baru, ET7
Mobil ini adalah penyempurnaan dari model ET sebelumnya. Desain depannya diubah jadi lebih modern dan bersih, menghilangkan gril hiasan yang lama.
Ukurannya besar, panjang hampir 5 meter, dengan kabin yang lapang. Hanya tersedia dalam konfigurasi 5 kursi.
Ada dua pilihan mesin:
1. Listrik Murni: Pilihan penggerak belakang (313 hp) atau 4 roda (480 hp).
2. Hybrid (EREV): Menggunakan mesin 1.5T, dengan daya gabungan 469 hp. Klaim jarak tempuh total hingga 1.180 km.
Mobil ini diperkirakan punya fitur mewah seperti suspensi udara, chip Snapdragon 8295, audio 23 speaker, dan jok pijat.
Wuling Bingo Pro Resmi Terungkap! Mobil Listrik Imut dengan Banyak Pilihan
Keluarga mobil listrik imut Wuling Bingo di China bertambah lagi! Setelah Bingo, Bingo S, dan Bingo PLUS, kini hadir varian terbaru bernama Bingo Pro. Ukurannya pas, lebih besar dari Bingo biasa tapi lebih compact dari Bingo S, tetap dengan layout praktis: 5 pintu dan 5 kursi.
Tampilan Tetap Menggemaskan
Bingo Pro tidak meninggalkan ciri khasnya.Desainnya yang seperti kartun, dengan lampu depan besar dan bundar, tetap membuatnya terlihat lucu dan friendly. Warna "susu teh" yang terlihat di dokumen pemerintah pun sangat cocok dengan karakternya. Dari samping, mobil ini didukung roda berdesain kelopak bunga ukuran 16 inci dan gagang pintu semi-tersembunyi yang stylish. Bagian belakangnya rapi, dengan lampu yang bentuknya harmonis dengan desain depannya. Untuk ukuran, panjangnya 4,05 meter dengan jarak antar roda 2,56 meter, cukup lapang untuk segmennya.
Bisa Disesuaikan dengan Selera
Yang menarik,Bingo Pro menawarkan banyak opsi personalisasi. Pembeli bisa memilih tambahan seperti kamera depan, radar parkir depan/belakang, dan indikator buka bagasi. Untuk penampilan, ada pilihan desain roda, warna atap (hitam atau senada body), serta beberapa tipe kaca spion luar (ada yang sudah built-in kamera).
Ditenagai Listrik Murni
Sebagai mobil listrik,Bingo Pro mengandalkan motor listrik dengan tenaga puncak 65 kW dan baterai berjenis Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal lebih aman dan tahan lama.
HarmonyOS Resmi Perkenalkan MPV Pertama Mereka: Zhijie V9
Mobil ini rencananya akan meluncur di musim semi 2026, membawa teknologi terdepan dari Huawei.
Desain eksteriornya khas mobil listrik yang futuristik:
· Bentuk dinamis dengan bagian depan yang kokoh
· Lampu utama dan belakang diduga menyambung (continuous)
· Atap dilengkapi sensor lidar
· Jendela besar, terutama di baris kedua, untuk pengalaman yang lapang
Dibangun di platform E0X-L, Zhijie V9 akan tersedia dalam dua pilihan, yang pertama adalah versi listrik murni, serta yang kedua adalah versi range-extender (penambah jangkauan). Range extender sendiri adalah merupakan mobil listrik yang sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, namun masih memiliki mesin bensin yang berfungsi sebagai pembangkit listrik internal. Baterai mobil ini sendiri menggunakan baterai milik produsen CATL.
China Resmi Izinkan Mobil Otonom Level 3, Changan dan BAIC Jadi yang Pertama
BEIJING — Regulator industri China resmi menyetujui dua mobil listrik lokal dengan kemampuan mengemudi otonom Level 3, menandai pertama kalinya teknologi ini mendapat lampu hijau dari regulator nasional sebagai produk yang sah dan siap digunakan secara terbatas di jalan umum.
Persetujuan tersebut diberikan oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) kepada dua sedan listrik produksi Changan Auto dan BAIC Motor, yang masuk dalam daftar kategori produk otomotif terbaru mereka.
Kedua model ini diizinkan mengaktifkan fitur pengemudian otonom bersyarat (Level 3) di area tertentu, yakni Chongqing dan Beijing, dengan batas kecepatan maksimal masing-masing 50 km/jam dan 80 km/jam. Dalam tahap awal, mobil-mobil ini akan diuji operasionalkan di ruas jalan tertentu melalui layanan transportasi daring milik masing-masing pabrikan.
Sebagai gambaran, industri otomotif membagi teknologi mengemudi otonom ke dalam lima level, mulai dari Level 1 (sekadar cruise control) hingga Level 5 (mobil sepenuhnya bisa mengemudi sendiri). Level 3 memungkinkan pengemudi untuk melepas tangan dan pandangan dari jalan dalam kondisi tertentu, meski tetap harus siap mengambil alih kendali saat dibutuhkan.
Langkah ini mempertegas ambisi China untuk menjadi pemimpin global dalam pengembangan dan adopsi teknologi kendaraan otonom, yang diyakini akan mengubah wajah industri otomotif dunia. Tahun lalu, pemerintah China bahkan menggandeng sembilan produsen mobil dalam uji coba publik untuk mempercepat penggunaan mobil tanpa pengemudi.
Meski begitu, jalan menuju otonomi penuh tidak sepenuhnya mulus. Awal tahun ini, regulator China memperketat pengawasan terhadap teknologi bantuan mengemudi setelah kecelakaan fatal yang melibatkan Xiaomi SU7 pada Maret lalu. Insiden tersebut menewaskan tiga penumpang setelah mobil menabrak tak lama usai pengemudi mengambil alih kendali dari sistem bantuan mengemudi.
Sebagai respons, pemerintah China kini meningkatkan standar regulasi untuk kendaraan Level 3, termasuk mewajibkan pertanggungjawaban produsen mobil dan pemasok komponen apabila kegagalan sistem menyebabkan kecelakaan. Di sisi lain, otoritas tetap mendorong pabrikan untuk terus mengembangkan sistem yang lebih canggih.
Sementara itu, pengembang kendaraan otonom seperti Pony.ai dan WeRide telah lebih dulu menguji kendaraan Level 4 mereka di berbagai kota di China dengan lisensi dari pemerintah daerah.
Sebagai perbandingan, sistem Full Self-Driving (FSD) milik Tesla, yang masih berada di Level 2, telah mendapat persetujuan terbatas di China sejak Februari lalu, namun hingga kini belum mencapai performa optimal, termasuk di pasar Amerika Serikat.
China Rem Perang Harga Mobil, Diskon Ekstrem Mulai Dibatasi
Pemerintah China semakin serius menertibkan perang harga mobil di dalam negeri. Otoritas pengawas pasar mengusulkan aturan baru yang membatasi diskon ekstrem, sebagai sinyal pengawasan yang lebih ketat terhadap persaingan berlebihan di industri otomotif.
Melalui pedoman yang diumumkan Jumat malam, Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar mengusulkan larangan bagi produsen menjual mobil di bawah biaya produksi, serta membatasi dealer menawarkan diskon atau rabat yang membuat harga jual jatuh di bawah ongkos produksi.
Kebijakan ini langsung berdampak ke pasar saham. Saham BYD dan sejumlah produsen EV China melemah pada Senin, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap tekanan regulasi baru. Selama ini, banyak merek mengandalkan diskon agresif untuk menjaga penjualan di tengah permintaan yang melambat.
Padahal, lebih dari enam bulan lalu pemerintah sudah memperingatkan produsen soal praktik “adu cepat” yang merusak kesehatan industri. Namun faktanya, harga mobil terus turun, didorong oleh lemahnya permintaan dan kelebihan kapasitas produksi.
“Beberapa merek memanfaatkan skala produksi besar untuk merebut pasar, dan itu justru memperparah perang harga,” ujar Li Yanwei, penasihat Asosiasi Dealer Mobil China.
Pengetatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan fenomena “involution”, yaitu hiperkompetisi yang membuat keuntungan industri semakin menipis meski persaingan makin sengit.
Data menunjukkan tekanan harga masih berlanjut. Harga transaksi rata-rata BYD turun dari 116.200 yuan pada Juni menjadi 108.100 yuan pada Oktober. Di saat yang sama, insentif negara untuk pembelian EV mulai dikurangi, membuat posisi produsen dan dealer semakin terjepit.
Saham BYD tercatat turun 1,7% di Hong Kong, sementara Nio, Xiaomi, dan Leapmotor juga ikut terkoreksi. Menurut analis Macquarie, investor kini semakin sadar bahwa tekanan regulasi menjadi salah satu faktor utama pelemahan saham otomotif China.
Di sisi lain, saham dealer mobil justru menguat, karena aturan ini berpotensi mengurangi tekanan dari produsen untuk memberikan diskon besar demi mengejar target penjualan. Namun analis Morgan Stanley mengingatkan, menaikkan harga ke konsumen tetap sulit selama permintaan masih lemah, terutama untuk mobil bermesin konvensional.
Aturan ini masih dibuka untuk masukan publik hingga 22 Desember, sekaligus menargetkan praktik kolusi dan memperketat pengawasan harga. Mulai tahun depan, produsen juga diwajibkan mengantongi izin ekspor EV untuk menekan praktik “mobil nol kilometer” yang kerap dipakai demi menggelembungkan angka penjualan.
Seiring pengawasan yang makin ketat, sejumlah produsen mulai mengubah strategi, mengurangi diskon langsung dan menggantinya dengan penawaran nilai tambah agar tetap menarik di mata konsumen.
XPENG Pilih Malaysia untuk Perakitan G6 dan X9, Produksi Mulai Tahun Depan
KUALA LUMPUR — EP Manufacturing Berhad (EPMB), perusahaan otomotif asal Malaysia, resmi menandatangani kesepakatan untuk merakit mobil listrik dari brand China, XPENG, di fasilitas produksinya yang berlokasi di Malaka.
Melalui keterbukaan informasi di bursa saham, EPMB mengungkapkan bahwa proses perakitan untuk SUV listrik XPeng G6 dijadwalkan mulai berjalan pada 31 Maret 2026. Sementara itu, produksi MPV listrik XPeng X9, termasuk varian Extended Range Electric Vehicle (EREV), akan menyusul pada 25 Mei 2026.
Sebagai informasi, EPMB dikenal sebagai produsen komponen otomotif seperti bodi plastik dan aluminium, dan kerja sama ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisinya di sektor perakitan kendaraan listrik.
XPeng sendiri menyatakan bahwa pihaknya tengah menjajaki kemitraan jangka panjang dengan EPMB untuk produksi massal EV, seiring ambisinya menjadikan Malaysia sebagai basis strategis ekspansi di kawasan Asia Tenggara.
Dalam kesepakatan tersebut, XPeng berkomitmen memenuhi jumlah pesanan minimum bulanan. Selain itu, unit EPMB di Malaka, PEPS-JV (Melaka) Sdn Bhd, akan mendapatkan hak penawaran pertama untuk merakit tiga model XPeng berikutnya di masa depan.
EPMB menilai kolaborasi ini akan membantu mengoptimalkan kapasitas pabrik mereka di Malaka, memperluas portofolio klien otomotif, sekaligus memperkuat perannya di industri kendaraan listrik yang terus berkembang.
Menariknya, langkah XPeng ini juga mencerminkan tren terbaru di mana pabrikan otomotif China mulai melirik Malaysia sebagai hub manufaktur Asia Tenggara, setelah sebelumnya lebih fokus ke Thailand dan Indonesia.
Sebelumnya, BYD telah mengumumkan rencana pembangunan pabrik perakitan EV di negara bagian Perak, sementara Leapmotor juga bersiap memulai perakitan EV di pabrik Stellantis di Kedah.
Intip Global Dealer iCAR, Sub Brand dari Chery yang Cheerful, Attractive & Eye Catching di Malaysia
iCAR sub brand dari Chery, meresmikan dealer pertamanya di dunia yang berlokasi di Glenmarie, Shah Alam (Malaysia). Peresmian dealer seluas 18.912 kaki persegi ini menandai babak baru ekspansi global iCAR sekaligus persiapan menyambut peluncuran model pertamanya, iCAR 03, di Malaysia.
Dealer iCAR dengan konsep "Born to Play" menghadirkan pengalaman baru dalam industri otomotif Malaysia. Tidak sekadar showroom konvensional, fasilitas ini dilengkapi dengan:
· Dua EV charging bay pribadi
· iCAR Arcade (zona gaming khusus pengunjung)
· Lounge pelanggan premium
· Tiga bengkel servis dan satu bengkel khusus kustomisasi
iCAR tidak main-main dalam memasuki pasar Malaysia. Brand ini menargetkan pembangunan 18 titik penjualan dan 9 dealer penuh di seluruh Malaysia hingga pertengahan September 2025.
Untuk mendukung ekspansi ini, iCAR telah menyiapkan Components Hub seluas 88.000 kaki persegi di Shah Alam yang telah beroperasi sejak Maret 2025.
Gudang pusat ini menyimpan lebih dari 10.000 suku cadang guna memastikan ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual yang optimal.
Geely Resmikan Pusat Uji Keselamatan Terbesar di Dunia, Siap Setel Standar Baru untuk Mobil Masa Depan
Geely Auto Group baru saja meresmikan Geely Safety Centre, pusat pengujian keselamatan otomotif tercanggih dan terbesar di dunia. Fasilitas megah ini menegaskan komitmen Geely dalam meningkatkan keamanan kendaraan, terutama di era transformasi menuju elektrifikasi dan kendaraan pintar.
Dibangun dengan investasi sekitar Rp 4,7 triliun di atas lahan seluas 45.000 m², pusat ini bukan hanya besar, tetapi juga dilengkapi teknologi mutakhir. Di dalamnya, terdapat beberapa fasilitas unggulan seperti:
· Lintasan uji tabrak dalam ruangan terpanjang (hampir 300 meter)
· Terowongan angin dengan simulasi iklim seluas lebih dari 28.000 m²
· Zona uji tabrak dengan berbagai sudut benturan
· Kemampuan melakukan 27 jenis pengujian keselamatan berbeda dalam satu lokasi
Jerry Gan, CEO Geely Auto Group, menyatakan bahwa keselamatan telah menjadi prioritas Geely selama lebih dari 30 tahun. “Dengan pusat ini, kami ingin menetapkan standar keselamatan baru yang menguntungkan industri dan konsumen global, khususnya di era kendaraan cerdas,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada uji tabrak konvensional, Geely Safety Centre juga dirancang untuk menguji aspek keselamatan modern seperti:
· Sistem keamanan aktif
· Pengujian baterai dan penggerak listrik
· Perlindungan data dan privasi
· Kesejahteraan pengguna dan dampak lingkungan
Dengan adanya fasilitas ini, Geely siap memimpin inovasi keselamatan kendaraan, sekaligus menjawab tantangan keamanan di era mobil listrik dan connected car.
Chery Akan Ikut Balap Legendaris Le Mans dalam 5 Tahun
Produsen mobil asal Tiongkok, Chery, berencana untuk ikut serta dalam balap mobil ketahanan paling bergengsi di dunia, 24 Jam Le Mans, dalam waktu lima tahun ke depan. Mereka akan turun dengan merek premiumnya, Exeed.
Exeed baru saja menandatangani kerja sama dengan penyelenggara Le Mans, Automobile Club de l’Ouest (A.C.O). Rencana mereka bertahap:
1. Seleksi Lokal: Chery akan mengadakan kompetisi balap ketahanan di Tiongkok untuk menguji teknologi, membentuk tim, dan mencari pembalap berbakat.
2. Balap di Asia: Exeed akan mengikuti Asian Le Mans Series sebagai langkah persiapan sebelum ke Le Mans.
3. Tujuan Akhir: Membentuk "Exeed Le Mans Team" untuk bertanding di 24 Jam Le Mans. Chery juga akan membangun sirkuit bersertifikasi Le Mans di Wuhu, kota tempat kantor pusatnya, untuk pengembangan mobil dan ajang balap.
Chery akan menjadi produsen mobil Tiongkok pertama yang berkompetisi di ajang ini, bergabung dengan pabrikan ternama seperti Porsche, Toyota, dan BMW.
Produsen Tiongkok Lain Juga Aktif di Motorsport
Chery bukan satu-satunya. Perusahaan Tiongkok lain juga aktif di dunia balap:
· Geely (lewat Lynk & Co Cyan Racing) sangat sukses di ajang turisme dunia TCR, dengan banyak gelar juara.
· Anak perusahaan Geely juga terlibat dalam dukungan untuk balap junior Formula 4 dan kompetisi teknik mahasiswa.
Dengan langkah Chery ini, semakin jelas bahwa produsen mobil Tiongkok tidak hanya fokus di pasar jalanan, tetapi juga serius mengembangkan teknologi dan reputasi melalui motorsport tingkat dunia.
Ini Dia Tampang Chery Tiggo 9 Baru di China
New Chery Tiggo 9. SUV ini menunjukkan sejumlah penyegaran pada desain eksteriornya, terutama di bagian depan yang mengusung wajah baru.
Selain perubahan gaya, Tiggo 9 generasi terbaru juga akan menawarkan fleksibilitas tempat duduk dengan konfigurasi 5-penumpang atau 7-penumpang.
Untuk segi performa, berdasarkan informasi katalog, Tiggo 9 diprediksi akan tetap mengandalkan kombinasi andalan: mesin bensin 2.0 liter turbo yang dipadukan dengan transmisi otomatis 8-percepatan, sama seperti model yang beredar saat ini.
Dalam hal tampilan, mobil baru ini mengadopsi desain wajah depan yang sepenuhnya baru. Lampu depannya tampak lebih bulat dan berukuran lebih besar dibandingkan model saat ini.
Sementara itu, air intake di kedua sisi bumper depan juga didesain ulang dengan bentuk yang lebih tegas dan garang. Desain ini membentang hingga ke grille dan menyatu dengan front lip, membentuk kesan visual "mulut besar" yang dominan. Hasilnya, kesan visual depan mobil secara keseluruhan jauh lebih kuat.
Bagian samping bodi tetap mempertahankan desain model saat ini, lengkap dengan hidden door handles. Konsumen juga dapat memilih velg dengan tiga ukuran berbeda: 18, 19, dan 20 inci.
Bagian belakang mobil dilengkapi dengan lampu taillight tembus-pandang (smoked) yang tersambung secara continous, serta tata letak knalpot ganda di bagian bawah.
Untuk dimensi, mobil ini memiliki panjang x lebar x tinggi 4853/1930/1718 (1730) mm dengan (wheelbase) 2820 mm.
Untuk personalisasi, mobil ini menawarkan beragam fitur opsional, di antaranya:
· Sunroof
· Velg alloy (dengan pilihan desain dan ukuran berbeda)
· Door guide channel untuk keempat pintu
· Flood deflector eksterior empat pintu
· Jendela sudut belakang
· Bodi dua warna (two-tone)
· Kaca non-privasi
· Badging atau emblem khusus di bagian belakang
· Antena shark fin
Ditenagai Mesin 2.0 Turbo
Untuk sisi performa,mobil baru ini akan dilengkapi dengan mesin bensin 2.0 liter turbo 4-silinder (kode mesin: SQRF4J20C). Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal sebesar 192 kW.
Untuk efisiensi bahan bakar,angka konsumsi resmi yang tercatat adalah 8,15 liter untuk setiap 100 kilometer.
Ini dia Wuling STARLIGHT L yang sebentar lagi hadir di China.
Selain perubahan gaya, Tiggo 9 generasi terbaru juga akan menawarkan fleksibilitas tempat duduk dengan konfigurasi 5-penumpang atau 7-penumpang.
Untuk segi performa, berdasarkan informasi katalog, Tiggo 9 diprediksi akan tetap mengandalkan kombinasi andalan: mesin bensin 2.0 liter turbo yang dipadukan dengan transmisi otomatis 8-percepatan, sama seperti model yang beredar saat ini.
Dalam hal tampilan, mobil baru ini mengadopsi desain wajah depan yang sepenuhnya baru. Lampu depannya tampak lebih bulat dan berukuran lebih besar dibandingkan model saat ini.
Sementara itu, air intake di kedua sisi bumper depan juga didesain ulang dengan bentuk yang lebih tegas dan garang. Desain ini membentang hingga ke grille dan menyatu dengan front lip, membentuk kesan visual "mulut besar" yang dominan. Hasilnya, kesan visual depan mobil secara keseluruhan jauh lebih kuat.
Bagian samping bodi tetap mempertahankan desain model saat ini, lengkap dengan hidden door handles. Konsumen juga dapat memilih velg dengan tiga ukuran berbeda: 18, 19, dan 20 inci.
Bagian belakang mobil dilengkapi dengan lampu taillight tembus-pandang (smoked) yang tersambung secara continous, serta tata letak knalpot ganda di bagian bawah.
Untuk dimensi, mobil ini memiliki panjang x lebar x tinggi 4853/1930/1718 (1730) mm dengan (wheelbase) 2820 mm.
Untuk personalisasi, mobil ini menawarkan beragam fitur opsional, di antaranya:
· Sunroof
· Velg alloy (dengan pilihan desain dan ukuran berbeda)
· Door guide channel untuk keempat pintu
· Flood deflector eksterior empat pintu
· Jendela sudut belakang
· Bodi dua warna (two-tone)
· Kaca non-privasi
· Badging atau emblem khusus di bagian belakang
· Antena shark fin
Ditenagai Mesin 2.0 Turbo
Untuk sisi performa,mobil baru ini akan dilengkapi dengan mesin bensin 2.0 liter turbo 4-silinder (kode mesin: SQRF4J20C). Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal sebesar 192 kW.
Untuk efisiensi bahan bakar,angka konsumsi resmi yang tercatat adalah 8,15 liter untuk setiap 100 kilometer.
AION HYPTEC siapkan "LINE UP TERBARU"
Model yang diduga bernama HYPTEC S600 ini menawarkan dua opsi penggerak: versi range-extender (EREV) dan versi listrik murni (BEV). Dari segi ukuran, mobil ini sedikit lebih kecil dari HYPTEC HL, dan diposisikan sebagai SUV besar dengan konfigurasi 5 penumpang.
Dari segi tampilan, HYPTEC S600 menghadirkan desai streamline dan dinamis. Bagian depan mengusung konsep split dengan lampu utama konfigurasi dual-lens di bagian atas dan bawah yang dilengkapi dual LED daytime running lights (DRL). Lampu utama bagian bawah terintegrasi dengan grille depan, menciptakan kesan visual. Sebagai indikasi fitur canggihnya, di bagian depan juga terdapat lidar.
SUV 5 Seater ini berdimensi (5.015/1.933/1.700 mm) atau 1.685 mm tergantung varian, dengan wheelbase 2.936 mm.
Sisi belakangnya mengadopsi desain khas Coupe-SUV yang sporty, dengan kombinasi lampu belakang full LED berpola tembus (continuous taillight) dan lampu vertikal ganda.Tidak ketinggalan, panoramic sunroof.
HYPTEC S600 menghadirkan 2 pilihan sistem penggerak:
1. Versi Range-Extender (EREV): Ditenagai oleh mesin turbo 1.5 liter yang menghasilkan daya maksimal 118 kW, didukung baterai LFP. Varian ini mampu mencapai kecepatan tertinggi 190 km/jam.
2. Versi Listrik Murni (BEV): Mengandalkan motor tunggal bertenaga besar dengan output maksimal 250 kW. Konsumen bisa memilih paket baterai LFP atau baterai (NMC/ternary). Kecepatan tertinggi nyatercatat hingga 183 km/jam.
Dibangun dengan investasi sekitar Rp 4,7 triliun di atas lahan seluas 45.000 m², pusat ini bukan hanya besar, tetapi juga dilengkapi teknologi mutakhir. Di dalamnya, terdapat beberapa fasilitas unggulan seperti:
· Lintasan uji tabrak dalam ruangan terpanjang (hampir 300 meter)
· Terowongan angin dengan simulasi iklim seluas lebih dari 28.000 m²
· Zona uji tabrak dengan berbagai sudut benturan
· Kemampuan melakukan 27 jenis pengujian keselamatan berbeda dalam satu lokasi
Jerry Gan, CEO Geely Auto Group, menyatakan bahwa keselamatan telah menjadi prioritas Geely selama lebih dari 30 tahun. “Dengan pusat ini, kami ingin menetapkan standar keselamatan baru yang menguntungkan industri dan konsumen global, khususnya di era kendaraan cerdas,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada uji tabrak konvensional, Geely Safety Centre juga dirancang untuk menguji aspek keselamatan modern seperti:
· Sistem keamanan aktif
· Pengujian baterai dan penggerak listrik
· Perlindungan data dan privasi
· Kesejahteraan pengguna dan dampak lingkungan
Dengan adanya fasilitas ini, Geely siap memimpin inovasi keselamatan kendaraan, sekaligus menjawab tantangan keamanan di era mobil listrik dan connected car.
bottom of page


















