top of page
News
ZEEKR Perkuat Posisi sebagai Brand EV Mewah Geely, Tampilkan Lini Lengkap di Auto China 2026
ZEEKR, brand mobil listrik mewah punya Geely, lagi serius ngegas di pasar global. Di ajang Auto China 2026, mereka pamerin lini lengkap dan teknologi terbaru. Buat kita di Indonesia, ini kayak kisi-kisi model apa aja yang bakal mampir setelah ZEEKR 009 dan 7X resmi hadir di IIMS 2026.
ZEEKR 009 Kini Ada 7 Seater!
Yang paling hangat, ZEEKR 009 versi terbaru udah bisa dipesan. Kabar baiknya, sekarang tersedia konfigurasi 7 kursi. Cocok banget buat keluarga modern yang butuh MPV mewah listrik buat harian maupun perjalanan jauh. Di Tiongkok, versi 6 kursinya jadi best seller, lho. Sekarang giliran versi 7 kursi yang siap memanjakan eksekutif dan keluarga.
SUV Hybrid Kencang: ZEEKR 8X & 9X
Selain MPV, ZEEKR juga bawa dua SUV hybrid garang: 8X dan 9X.
ZEEKR 8X: Pakai platform 900V, tenaga tiga motor sampai 1.030 kW. Bayangin, dari 0 ke 100 km/jam cuma 2,96 detik! Ini salah satu SUV hybrid tercepat di dunia. Cocok buat yang pengin mobil keluarga tapi berasa sportscar.
ZEEKR 9X: Model ini sudah laris manis di Tiongkok. Sendirian nyumbang sepertiga penjualan SUV hybrid di harga Rp1,6 m ke atas. Keren, kan?
Teknologi SEA: Fondasi Keren di Balik Semua
Semua model ini dibangun di atas platform SEA dan teknologi Super Electric Hybrid dari Geely. Platform ini aman, bisa di-update software-nya, dan gampang disesuaikan dengan aturan di tiap negara, termasuk Asia Tenggara. Ada juga digital chassis berbasis AI yang bikin berkendara makin stabil dan nyaman. Kabar baik buat yang di Indonesia, karena di sini fitur keselamatan dan teknologi canggih mulai jadi incaran.
Bonus: Model Lain Penopang Volume
Supaya gak bosan, ZEEKR juga pamerin ZEEKR 007, 007 GT, dan 001 Anniversary Edition. Lengkap deh, dari MPV, SUV, sampai sedan dan GT listrik.
Apa Artinya Buat Indonesia?
Dengan sudah masuknya ZEEKR 009 dan 7X ke Indonesia, pameran di Auto China ini kayak teaser bahwa model-model keren lain (termasuk 8X dan 9X) punya potensi besar menyusul ke Tanah Air. Strategi Geely makin jelas: bawa mobil listrik premium ke Indonesia, baik buat keluarga maupun eksekutif.
OMODA & JAECOO Bidik Penjualan 1 Juta Unit Per Tahun
OMODA & JAECOO baru saja merayakan penjualan satu juta unit kendaraan dalam tiga tahun dan langsung menaikkan target: satu juta unit per tahun mulai 2027!
Strategi baru mereka, “From Million To Annual Million”, diumumkan dalam Chery International Business Summit akhir April lalu. Saat ini mereka sudah ada di 69 negara dengan 1.364 dealer, dan berencana memperluas ke lebih dari 108 negara dalam beberapa tahun ke depan.
Yang bikin menarik, brand ini fokus banget pada generasi muda. Mereka melibatkan pengguna langsung dalam proses desain dan pengembangan produk — mulai dari penamaan hingga fitur mobil. Gak cuma teknologi canggih, mereka juga peduli pada gaya hidup dan kebutuhan pengguna muda di seluruh dunia.
Bahkan, mereka mengundang 16 pengguna dari lima benua dalam sebuah acara khusus untuk menunjukkan berbagai cerita inspiratif, termasuk dari Indonesia — seperti Veronica yang pakai JAECOO J5 EV untuk aktivitas outdoor, atau Madeline yang baru berusia 17 tahun dan menjadikan OMODA 5 sebagai bagian dari perjalanan dewasanya.
Teknologi juga terus dikembangkan, seperti sistem parkir otomatis Valet Parking Driver (VPD) dan peningkatan kendaraan energi baru yang sudah mencapai 65% dari total penjualan global. Di Indonesia, penjualan JAECOO J5 EV juga terus meningkat sepanjang 2026.
Intinya, OMODA & JAECOO nggak cuma jual mobil — mereka bikin kendaraan yang relevan, tech-driven, dan dekat dengan kehidupan anak muda di mana pun.
JETOUR Makin Gahar di Auto China 2026: Bawa Strategi "Travel+" yang Nggak Cuma Jualan Mobil
Beijing, 24 April 2026 – JETOUR International resmi pamer gigi di ajang Auto China 2026. Kali ini mereka nggak cuma bawa mobil-mobil keren, tapi juga strategi anyar bernama "Travel+" yang konsepnya lebih dari sekadar roda empat. Filosofi ini sekarang berkembang jadi representasi gaya hidup, koneksi emosional, hingga jembatan antara manusia, budaya, dan pengalaman perjalanan.
“Travel+ bukan cuma atribut produk. Ini gaya hidup,” ujar Mr. Ke Chuandeng, Presiden JETOUR International.
Dua Merek Sekaligus, Satu Sinergi Kuat
Untuk pertama kalinya, JETOUR nampilin dua merek sekaligus: JETOUR dan SOUEAST. Ini bentuk sinergi strategis dalam satu ekosistem otomotif yang komplet. Artinya, pilihan buat konsumen makin banyak, sesuai gaya jalan-jalan masing-masing.
Deretan SUV Kekinian: Irit, Tangguh, dan Canggih
Di ajang ini, JETOUR membawa beberapa model unggulan:
JETOUR T2 i-DM
SUV PHEV dengan mesin hybrid 1.5TD + 3DHT. Tenaga 280 kW, torsi 610 Nm, tapi irit BBM dan mampu tempuh lebih dari 1.000 km dalam sekali isi.
JETOUR G700
SUV off-road premium yang super garang. Tenaga 665 kW, torsi 1.135 Nm, akselerasi 0–100 km/jam cuma 4,6 detik. Dilengkapi tiga differential lock, suspensi udara adaptif, dan bisa menyeberang genangan air setinggi 970 mm. Nyaman di dalam, buas di luar.
SOUEAST S08 DM
Pelengkap strategi multi-brand, cocok buat kebutuhan mobilitas yang makin beragam.
Komunitas dan Aktivitas: JETOUR Nggak Sendirian
JETOUR sadar, perjalanan seru rasanya kalau bareng-bareng. Makanya mereka sudah membentuk lebih dari 300 komunitas JETOUR di berbagai negara. Sepanjang 2025, ada 500+ aktivitas komunitas yang digelar di seluruh dunia. Plus, program personalisasi untuk model T1, T2, dan G700 udah tersedia di 30+ negara.
Kolaborasi Kelas Dunia: Dari Alan Walker hingga Aktivis Konservasi
Biar makin mendunia, JETOUR gandeng sejumlah tokoh internasional:
Alan Walker – Brand Ambassador sekaligus produser EDM dunia.
Paul Scher – Art Consultant yang menghubungkan seni, desain, dan identitas merek.
Mo Farah – Brand Partner, merepresentasikan ketangguhan dan performa.
Hazen Audel – Penjelajah dan pembawa acara dokumenter.
Laurie Marker – Ilmuwan dan pendiri Cheetah Conservation Fund, bukti komitmen JETOUR terhadap alam dan keberlanjutan.
Travel+ Juga Soal Sepak Bola, Marathon, dan Festival
JETOUR nggak cuma main di dunia otomotif. Sejak 2020, mereka sudah mendukung berbagai event sepak bola di Afrika, Amerika Selatan, Timur Tengah, hingga Asia Tenggara. Mereka juga jadi mitra utama di Malaysia National Marathon dan LIWA International Festival di Uni Emirat Arab.
Kolaborasi dengan Alan Walker di Auto China 2026 jadi simbol perpaduan antara musik elektronik dan semangat off-road. Keren, kan?
Penjualan Moncer, Penggemar Miliaran?
Sejauh ini, JETOUR udah mencatatkan penjualan lebih dari 2,27 juta unit di 100+ negara dan didukung oleh lebih dari 50 juta penggemar di seluruh dunia. Ekspornya tembus 50 negara, dari Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, Asia-Pasifik, hingga CIS. Di Indonesia sendiri, JETOUR udah memperkenalkan tiga model: JETOUR T2, JETOUR DASHING, dan JETOUR X70 Plus.
JETOUR bukan cuma produsen SUV. Mereka ingin jadi bagian dari gaya hidup petualangan lo, dengan dukungan teknologi hybrid, komunitas yang solid, dan kolaborasi global yang kekinian. Jadi, siap jalan-jalan bareng JETOUR?
Uji Kendara JETOUR G700 & JETOUR T2 i-DM Taklukkan Berbagai Rintangan, Tunjukkan Ketangguhan dan Kecanggihan Teknologi JETOUR
JETOUR sukses menggelar acara test drive eksklusif bagi lebih dari 200 perwakilan media dan influencer dari berbagai negara di dunia, diantaranya Indonesia, Timur Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Asia-Pasifik, hingga kawasan CIS (Commonwealth of Independent States). Acara test drive yang dilaksanakan di kawasan Beijing Haidian Airport ini menghadirkan pengalaman berkendara melalui sesi test drive eksklusif yang dirancang untuk membuktikan langsung kapabilitas kendaraan unggulannya, yaitu JETOUR G700 dan JETOUR T2 i-DM dalam berbagai kondisi berkendara.
“Melalui sesi test drive ini, kami memastikan bahwa setiap inovasi JETOUR tidak hanya ditampilkan, tetapi juga dapat dirasakan secara langsung. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan engalaman Travel+ yang mengintegrasikan teknologi, performa, dan gaya hidup dalam satu perjalanan,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia.
JETOUR G700: All-Terrain Premium Hybrid Off-road SUV
JETOUR G700 merupakan All-Terrain Premium Hybrid Off-road SUV yang menghadirkan desain eksterior tangguh dengan postur berkendara berkarakter kuat yang merepresentasikan evolusi dari DNA rugged menuju ekspresi baru kemewahan yang lebih modern dan berkelas dalam dalam sebuah teknologi. Dari sisi kenyamanan, G700 dilengkapi sistem audio premium Lexicon yang dikembangkan bersama Rolls Royce untuk menghadirkan pengalaman akustik setara teater, serta kursi multifungsi premium dengan meja, sandaran kaki, dan fitur pijat 8 titik dengan 8 mode yang dapat disesuaikan. Hal ini menjadikan JETOUR G700 sebagai representasi standar baru kemewahan dalam pengalaman berkendara off-road.
JETOUR G700 menghadirkan pengalaman berkendara yang komprehensif melalui berbagai skenario test drive seperti akselerasi, pengereman (braking), U-turn, slalom, hingga melintasi jalanan bergelombang yang menguji stabilitas dan kontrol kendaraan. Dalam setiap manuver, JETOUR G700 menunjukkan respons tenaga yang kuat sekaligus presisi handling yang tetap terjaga di berbagai kondisi pengujian.
Pengujian berlanjut pada sesi off-road ride-along yang membawa kendaraan melewati rintangan ekstrem seperti big hump, side slope, cross-axle, hingga roller ramp yang merepresentasikan medan berat sesungguhnya. Pada kondisi ini, GAIA Architecture dan sistem tiga differential lock bekerja secara optimal untuk memastikan traksi tetap maksimal di berbagai permukaan.
JETOUR G700 juga menunjukkan kapabilitas performa tinggi dengan akselerasi yang responsif dari 0–100 km/jam dalam 4,6 detik, didukung kemampuan melintasi genangan air hingga 970 mm. Seluruh sistem bekerja secara harmonis untuk menghadirkan pengalaman berkendara hybrid off-road yang tidak hanya tangguh, tetapi juga stabil, presisi, dan penuh kontrol di berbagai kondisi ekstrem.
JETOUR T2 i-DM: Sinergi Efisiensi dan Performa untuk Pengalaman Berkendara Optimal
JETOUR T2 i-DM hadir sebagai SUV Plug-in Hybrid (PHEV) yang memadukan karakter tangguh dan modern dengan fleksibilitas tinggi untuk berbagai kebutuhan mobilitas. JETOUR T2 i-DM mengusung mesin hybrid 1.5TD-3DHT dengan total tenaga 280 kW dan Torsi 610 Nm yang menggabungkan efisiensi, kecerdasan, dan kebebasan eksplorasi dalam satu konsep Travel Hybrid SUV. Kendaraan ini tampil dengan desain eksterior berkarakter kuat serta interior modern yang memadukan kemewahan dan fungsionalitas, memberikan kenyamanan premium dalam setiap perjalanan di berbagai kondisi.
Pada sesi uji kendara, JETOUR T2 i-DM menunjukkan kemampuan yang seimbang antara tenaga responsif dan daya jelajah optimal melalui berbagai pengujian seperti akselerasi, pengereman, U-turn, slalom, hingga melintasi jalan bergelombang. Hasilnya menghadirkan respons yang cepat, handling yang stabil, serta karakter berkendara yang lebih rugged di berbagai medan. JETOUR T2 i-DM juga dirancang untuk memperluas ruang petualangan melalui efisiensi energi dan fleksibilitas, sehingga mendukung perjalanan jarak jauh dengan lebih optimal dan penuh rasa percaya diri.
Kenyamanan menjadi nilai tambah melalui kabin yang senyap dan sistem audio imersif, dipadukan dengan teknologi cerdas seperti Snapdragon 8155 Smart Chip dan layar kontrol 15,6 inci yang menghadirkan pengalaman berkendara lebih intuitif dan terhubung. Beragam fitur fungsional seperti 540° panoramic imaging, suplai daya eksternal 3.3 kW, serta parking air conditioning semakin menegaskan peran JETOUR T2 i-DM sebagai partner perjalanan yang adaptif mendukung gaya hidup aktif, baik untuk mobilitas harian maupun eksplorasi.
“Melalui pengalaman ini, kami ingin menunjukkan perbedaan karakter yang kuat dari masing-masing model. JETOUR G700 dirancang untuk menghadapi medan ekstrem dengan performa maksimal, sementara JETOUR T2 i-DM menawarkan fleksibilitas dan efisiensi untuk berbagai kebutuhan perjalanan. Keduanya sangat relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, baik untuk penggunaan harian maupun eksplorasi,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia.
Partisipasi media ini menjadi panggung untuk JETOUR menghadirkan pengalaman “Travel+” secara menyeluruh, mulai dari lini produk yang ditampilkan, demonstrasi teknologi hybrid off-road, hingga sesi test drive yang memungkinkan media merasakan langsung performa kendaraan dari jalanan kota hingga simulasi medan ekstrem. Momentum ini sekaligus menegaskan langkah JETOUR dalam mendefinisikan ulang pengalaman berkendara, di mana setiap perjalanan tidak lagi sekadar mobilitas, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup eksploratif masa kini.
Changan Group Perkenalkan “Vast Ocean Plan 2.0” yang Diperbarui dan BlueCore Hybrid Generasi Terbaru di Auto China 2026
Changan Group hari ini mengumumkan pembaruan Vast Ocean Plan 2.0 di Auto China 2026, Beijing, Tiongkok, yang menandai tahap baru dalam strategi ekspansi globalnya dan menegaskan kembali komitmen jangka panjang terhadap pasar internasional.
Pada acara yang sama, Changan Group juga memperkenalkan versi terbaru BlueCore Hybrid dari
EADO generasi keempat dan CS75 PLUS, yang membawa teknologi hybrid terbaru ke dua model
andalannya.
Pengumuman ini merupakan lanjutan dari kerangka strategi 1+4+4+5; yang baru diperkenalkan oleh Changan, yang memposisikan globalisasi sebagai prioritas utama transformasi jangka panjang dan menetapkan target pertumbuhan lima kali lipat hingga tahun 2030, termasuk penjualan kendaraan di luar negeri.
“Hari ini, kami meluncurkan Vast Ocean Plan 2.0 dengan tekad yang lebih kuat dan pola pikir yang lebih terbuka,” ujar Zhao Fei, General Manager Changan Group. “Kami akan tetap mengikuti prinsip utama, yaitu pengembangan jangka panjang, lokalisasi, sistematisasi, dan praktik ESG seraya bertransformasi dari model berbasis ekspor menjadi operasi global terintegrasi yang mencakup manufaktur, penjualan, investasi, layanan, dan sustainability,”
Peta Jalan Global yang Lebih Kuat
Pada tahun 2025, Changan mencatat penjualan luar negeri sebanyak 637.000 unit, dan naik 18,9% dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, Changan juga memperluas kehadirannya ke 21 pasar, meluncurkan 12 model baru, dan kini beroperasi di 118 negara melalui 1.124 jaringan penjualan. Jejak globalnya mencakup 22 basis manufaktur luar negeri dengan kapasitas gabungan tahunan sebesar 350.000 unit. Hingga akhir 2025, portofolio internasional Changan telah berkembang menjadi 41 model, termasuk 25 kendaraan bermesin konvensional dan 16 kendaraan energi baru (NEV).
Vast Ocean Plan 2.0 menandai perubahan dari “going global” menjadi “taking root locally” dan dari penjualan berbasis ekspor, menjadi operasi global yang lebih sistematis dan terstruktur. Dalam rencana terbaru ini, target strategis berkembang dari empat ambisi awal menjadi target pertumbuhan lima kali lipat hingga 2030 yang mendukung peningkatan menyeluruh dalam penjualan, keuntungan, dan brand value.
Vast Ocean Plan Terbaru: Pembaruan Tujuh Strategi
Menuju ke tahun 2030, Changan Group menargetkan penjualan kendaraan ke pasar Internasional sebesar 1,5 juta unit, dengan ambisi hingga 1,8 juta unit. Secara regional, Changan Group bertujuan memperkuat daya saing di pasar internasional utama. Targetnya termasuk menjadi merek China terdepan di Eropa, masuk 5 besar merek global di Eurasia, serta mencapai posisi 10 bahkan 5 besar di Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika, serta Amerika Tengah dan Selatan. Untuk mendukung dalam mencapai target tersebut, Vast Ocean Plan 2.0 ini akan berfokus pada tujuh pembaruan:
1. Peningkatan pada teknologi: dimana pendekatan akan lebih berpusat pada kebutuhan
pengguna terutama soal keselamatan, efisiensi, dan mobilitas cerdas yang menggabungkan
BlueCore Hybrid, SDA Intelligence, dan solusi energi generasi terbaru untuk menghadirkan
inovasi yang praktis dengan nilai nyata.
2. Peningkatan pada produk: Beralih dari pengembangan yang berpusat di China ke
pengembangan yang mengutamakan global dengan penyesuaian di tiap wilayah. Changan
Group akan mempertahankan standarisasi platform global, namun menyesuaikan
kebutuhan lokal dan mengembangkan produk unggulan kelas dunia.
3. Peningkatan pada merek: Memperkuat posisi dalam teknologi, keandalan, dan kepercayaan
pengguna.
4. Peningkatan model kemitraan: Memperluas kerja sama dalam teknologi, manufaktur, dan
pengembangan pasar.
5. Peningkatan pada investasi: Mengutamakan riset dan pengembangan, peningkatan layanan,
serta pengembangan ekosistem.
6. Peningkatan pada layanan: Meningkatkan layanan purna jual global dengan respons lebih
cepat serta dukungan lokal yang lebih kuat.
7. Peningkatan pada tim: Membangun tim internasional yang memiliki kemampuan lokal,
kompeten, dan memahami pasar lebih mendalam.
Secara keseluruhan, peningkatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan global jangka
panjang, mencapai target pertumbuhan, serta memberikan pengalaman mobilitas yang lebih baik
dan bernilai bagi pengguna di seluruh dunia.
Kemajuan dalam Teknologi Hybrid dan Logistik Tanpa Awak
Seiring peluncuran Vast Ocean Plan 2.0, Changan juga menampilkan dua jalur teknologi untuk
memenuhi kebutuhan mobilitas nyata, yakni dimulai dari efisiensi hybrid generasi baru untuk
kendaraan penumpang, hingga teknologi otonom yang lebih aman untuk logistik komersial. Dalam pameran tersebut, CHANGAN KAICHENG juga memperkenalkan Robovan, kendaraan logistik tanpa awak yang dibangun di atas arsitektur SDA dan dilengkapi sistem redundansi berlapis (termasuk redundansi ganda brake-by-wire). Robovan dirancang untuk mendukung pengiriman last-mile yang lebih aman dalam kondisi lalu lintas yang kompleks. Kendaraan ini dirancang untuk beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca, cocok untuk penggunaan jangka panjang, serta telah menjalin kerja sama strategis dengan JD Logistics, dengan batch pengiriman dan aplikasi berskala yang sedang berlangsung.
Selain itu, Changan juga memperkenalkan versi BlueCore Hybrid dari EADO generasi keempat dan
CS75 PLUS. Peluncuran ini melanjutkan debut teknologi BlueCore Hybrid pada 30 Maret, yang dikembangkan di China untuk pengguna global.
BlueCore Hybrid sendiri dibangun di atas arsitektur hybrid cerdas iDE-H dan menggabungkan tiga
komponen utama dengan sistem kontrol pintar. Teknologi ini dirancang untuk menyeimbangkan
efisiensi bahan bakar, performa, dan kekedapan kabin.
Efisiensi bahan bakar, didukung oleh mesin hybrid dengan injeksi langsung tekanan tinggi 500 bar,
tiga sistem listrik berefisiensi tinggi, dan kontrol AI berbasis cloud, yang memampukan kendaraan
untuk mengelola energi secara cerdas sehingga penggunaan bahan bakar semakin rendah. EADO
BlueCore Hybrid generasi keempat juga mencatat konsumsi bahan bakar minimum yang telah diuji
media dengan hasil 1,6 L/100 km, dimana rata-rata penggunaan hariannya adalah sebesar 3,87
L/100 km dengan jarak tempuh hingga 1.500 km dalam satu pengisian penuh.
Keandalan, didukung hampir 1.500 paten inti, BlueCore Hybrid telah melalui 20.000 jam bench
testing dan 2 juta kilometer uji jalan, termasuk uji peledakan ban berkecepatan tinggi hingga 225
km/jam.
CS75 PLUS BlueCore Hybrid generasi keempat yang berada di segmen SUV, menonjolkan efisiensi
energi dan konfigurasi pintar. Dengan konsumsi bahan bakar sekitar 3 L/100 km, kendaraan ini juga
dilengkapi suspensi peredaman berkelanjutan CDC yang eksklusif di segmen ini, dirancang untuk
meningkatkan kenyamanan berkendara dan stabilitas mengemudi.
AVATR juga memperkenalkan “Vision Car” pertamanya, yaitu VISION XPECTRA, secara perdana di
Asia yang menonjolkan filosofi desain Emotive Luxury. Model baru AVATR 12 dan AVATR 06T ini juga
tampil perdana di Auto China 2026 dengan peningkatan performa, kecerdasan, handling, dan
keselamatan.
Selain itu, DEEPAL juga menampilkan enam model unggulannya, termasuk DEEPAL L06 Max, DEEPAL
560 Max, dan DEEPAL 670 Max. DEEPAL L06 REEV juga untuk pertama kalinya diperkenalkan. Kendaraan ini menawarkan pengalaman berkendara yang lebih cerdas bagi pengguna di seluruh dunia.
Babak Baru dalam Ekspansi Global
Dengan Vast Ocean Plan 2.0, Changan berfokus untuk memperluas kehadirannya di kancah internasional sekaligus memperkuat kemampuan global jangka panjang dalam teknologi, produk, pengembangan merek, dan operasional. Melalui teknologi hybrid generasi baru dan beragam model global, Changan Group akan terus membawa inovasi otomotif dari Tiongkok ke pasar yang lebih luas serta menciptakan nilai jangka
panjang bagi pelanggan di seluruh dunia.
JETOUR G700 Pecahkan Rekor! Menyeberangi Sungai Sejauh 1,2 Km dalam 10 Menit
JETOUR melalui lini kendaraan off-road premiumnya, JETOUR G700 Supreme Navigation Edition, berhasil menyelesaikan latihan penyelamatan darurat dengan menyeberangi Sungai Minjiang sejauh sekitar 1,2 kilometer dalam waktu 10 menit. Kehadiran JETOUR G700 di Sungai Minjiang bukan sekadar mengulang pencapaian legendaris, melainkan menjadi uji nyata kapabilitas teknologi dalam menghadapi kondisi perairan ekstrem khas perairan setempat, sekaligus memperkuat fondasi perlindungan keselamatan yang komprehensif.
JETOUR G700 mencetak tiga rekor industri, yaitu kendaraan off-road produksi massal pertama di Tiongkok yang menyeberangi Sungai Minjiang, yang pertama melakukan latihan darurat profesional di sungai tersebut, serta yang pertama menguji kemampuan perlindungan kendaraan di permukaan air.
Sungai Minjiang dikenal memiliki karakter hidrologi yang menantan, mulai dari arus deras di wilayah hulu, ngarai dalam di bagian tengah, hingga jaringan sungai dan lahan basah di hilir. Area Houguan yang menjadi lokasi pengujian memiliki arus bercabang dengan pusaran dan arus bawah yang kompleks, dengan kecepatan aliran mencapai 2 m/detik dan kedalaman lebih dari 8 meter. Pada saat pengujian, kondisi cuaca berkabut tebal, visibilitas rendah, serta gelombang ringan. Dalam situasi tersebut, kendaraan tetap mampu menjalankan berbagai manuver penyelamatan dan menuntaskan penyeberangan sejauh 1,2 kilometer dalam waktu sekitar 10 menit, membuktikan kesiapan teknologi untuk kebutuhan penyelamatan darurat di kondisi nyata
Dari sisi teknologi, kendaraan ini didukung oleh GAIA Complete Domain Intelligent Control System yang memungkinkan pengendalian secara real-time di berbagai kondisi medan baik kemampuan menaklukkan gunung maupun menyeberangi sungai. Sistem Ark amphibious all-terrain sealing dengan standar IP68 memastikan seluruh komponen tetap terlindungi tetap terlindungi saat terendam, sementara Super Ark 800V silicon carbide thruster menghasilkan daya dorong optimal untuk menghadapi arus deras. Dukungan Super Ark Intelligent Navigation Stability System menjaga keseimbangan kendaraan secara real-time, dan sistem Ark Precision Control System memastikan arah tetap stabil di permukaan air. Teknologi ketahanan air ini memungkinkan komponen inti tetap berfungsi meski terendam dalam waktu lama, dan kini telah menjadi standar pada seluruh lini G700.
Kapabilitas ini turut mengantarkan JETOUR G700 ditetapkan sebagai “Official Designated Vehicle for Emergency Rescue and Support” oleh Fujian Shuguang Rescue Center.
“Melalui pengujian ini, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan JETOUR tidak hanya berfokus pada performa, tetapi juga pada bagaimana teknologi dapat memberikan perlindungan nyata bahkan dalam kondisi ekstrem sekalipun. Ini merupakan bagian dari komitmen JETOUR dalam menghadirkan teknologi yang telah teruji secara nyata untuk mendukung kebutuhan mobilitas yang semakin beragam,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia.
Pengujian di Sungai Minjiang ini sekaligus menjadi gambaran bagaimana pengembangan teknologi JETOUR diarahkan pada kebutuhan konsumen saat ini, tidak hanya dari sisi performa, tetapi juga fungsionalitas dan aspek keselamatan dalam berbagai situasi.
Dari Sungai Yangtze hingga Sungai Minjiang, JETOUR G700 menunjukkan konsistensi inovasi dalam pengujian kebutuhan nyata. Hal ini sejalan dengan perkembangan industri otomotif Tiongkok yang terus mencatatkan lompatan signifikan, khususnya dalam kendaraan energi baru dan teknologi cerdas. Hal ini juga merupakan salah satu representasi bagaimana inovasi otomotif mampu mendorong ekonomi lokal, meningkatkan keselamatan masyarakat, serta mendukung pelestarian nilai budaya melalui pendekatan teknologi.
Desain Mobil China Kini Diakui Dunia: Dari Peniru Jadi Trendsetter
Beberapa tahun lalu, desain mobil China sering mendapat stigma negatif. Banyak yang menilai tampilannya terlalu meniru brand Eropa atau Jepang, bahkan dianggap kurang punya identitas sendiri. Namun kini, pandangan itu mulai berubah drastis. Mobil-mobil China justru semakin sering dipuji karena desainnya yang berani, modern, dan futuristik.Transformasi ini bukan terjadi secara instan, melainkan hasil dari strategi jangka panjang yang sangat serius.
Salah satu kunci perubahan desain mobil China adalah rekrutmen besar-besaran desainer top dunia. Banyak brand China kini dipimpin oleh mantan desainer dari BMW, Audi, Mercedes-Benz, hingga Volkswagen. Hasilnya terlihat jelas: bahasa desain mobil China menjadi lebih matang, proporsional, dan punya karakter kuat. Tidak lagi sekadar “mirip”, tapi mulai punya ciri khas sendiri.
Berbeda dengan brand konvensional yang cenderung bermain aman, banyak brand China justru berani mengambil risiko desain. Lampu depan tipis ekstrem, garis bodi tajam, siluet futuristik, hingga interior minimalis dengan layar besar kini jadi identitas baru. Brand seperti Zeekr, Avatr, NIO, IM Motors, hingga Yangwang sering disebut sebagai contoh mobil China dengan desain yang “terlihat mahal” dan visioner, bahkan saat diparkir di samping mobil Eropa.
Jika eksterior memikat dari kejauhan, interior mobil China sering kali jadi kejutan besar. Kabin dirancang seperti living space digital — layar besar, pencahayaan ambient dramatis, material modern, serta antarmuka yang intuitif. Bagi konsumen muda, desain interior ini terasa jauh lebih relevan dibanding pendekatan klasik ala mobil premium lama.
Keunggulan desain mobil China tidak berdiri sendiri, melainkan sangat terintegrasi dengan teknologi. Bentuk dashboard, layout kabin, hingga desain setir dan konsol tengah dibuat untuk mendukung sistem infotainment, AI assistant, dan fitur connected car. Ini membuat mobil China terasa seperti produk teknologi yang bergerak, bukan sekadar alat transportasi.
Kini, pujian terhadap desain mobil China tidak hanya datang dari konsumen lokal, tetapi juga dari media dan pengamat otomotif global. Di beberapa pameran otomotif internasional, mobil China bahkan kerap disebut sebagai salah satu yang paling menarik secara visual. Persepsi lama perlahan runtuh: mobil China tidak lagi identik dengan desain murahan atau tiruan.
Perubahan ini menandai fase baru industri otomotif China. Dari yang dulu belajar dan mengikuti, kini mereka mulai menentukan arah desain global — terutama di era mobil listrik dan smart car, di mana aturan desain lama tidak lagi sepenuhnya relevan. Ke depan, bukan tidak mungkin justru brand Eropa dan Jepang yang mulai menyesuaikan diri dengan selera desain yang dipopulerkan oleh China.
Brand Otomotif China Mulai “Mengusir” Merek Barat di Kandangnya Sendiri
Pasar otomotif China sedang mengalami perubahan besar. Dalam beberapa tahun terakhir, dominasi merek-merek Barat seperti BMW, Mercedes-Benz, Audi, hingga Porsche mulai goyah — dan penyebab utamanya datang dari dalam negeri sendiri: brand otomotif China.
Jika dulu mobil lokal China dipandang sebagai pilihan ekonomis dengan kualitas standar, kini situasinya berbalik. Konsumen China justru semakin percaya diri memilih mobil buatan negaranya sendiri, terutama di segmen kendaraan listrik dan smart car.
Brand China seperti BYD, Geely, NIO, Zeekr, Changan, hingga SAIC menawarkan kombinasi yang sulit ditandingi: teknologi canggih, fitur melimpah, dan harga yang jauh lebih kompetitif. Di kelas harga yang sama, mobil China sering kali sudah dibekali layar besar, sistem infotainment berbasis AI, advanced driver assistance system (ADAS), serta pembaruan perangkat lunak OTA. Sementara itu, mobil Barat masih banyak mengandalkan nama besar dan warisan brand. Bagi konsumen China yang sangat tech-oriented, nilai ini menjadi faktor penentu.
Tekanan ini terlihat jelas dari performa brand Barat di China. Beberapa merek premium Eropa mengalami penurunan penjualan yang signifikan, terutama di segmen EV. Bahkan, ada langkah ekstrem seperti Porsche yang memutuskan menutup jaringan charging eksklusifnya di China, karena dinilai tidak lagi relevan dan sulit bersaing dengan ekosistem lokal. Langkah ini menjadi simbol bahwa brand Barat kini harus beradaptasi keras — atau berisiko kehilangan pangsa pasar lebih besar.
Perubahan terbesar justru datang dari perilaku konsumen China sendiri. Loyalitas terhadap brand asing mulai menurun. Mobil lokal tidak lagi dianggap “opsi kedua”, melainkan pilihan utama yang lebih masuk akal secara teknologi dan nilai. Bagi generasi muda China, brand lokal kini terasa lebih modern, lebih connected, dan lebih sesuai dengan gaya hidup digital mereka.
Menariknya, brand China juga tidak lagi hanya bermain di segmen harga terjangkau. Banyak pabrikan mulai mendorong sub-brand premium dengan positioning lebih tinggi, baik dari sisi desain, performa, maupun teknologi. Ini membuat persaingan semakin panas, bahkan langsung berhadapan dengan brand premium Eropa di kelas yang sama.
Meski brand Barat belum sepenuhnya tersingkir, jelas bahwa keseimbangan kekuatan telah berubah. China tidak lagi sekadar pasar besar bagi pabrikan global, melainkan juga medan tempur yang sangat kompetitif — dengan brand lokal sebagai pemain utamanya.
Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah brand China bisa mengalahkan brand Barat di pasar domestik, melainkan seberapa jauh dominasi itu akan meluas ke pasar global.
Teaser Chery Tiggo 5 PRO versi China, Tampil Ganteng dan Menggoda
Informasi resmi mobil baru Chery, Tiggo 5 PRO, akhirnya terungkap. Mobil ini mengusung desain baru yang sporty dan tampak gagah. Tapi desain ini kemungkinan akan hadir di pasar global sebagai OMODA dari brand OMODA JAECOO.
Desain depannya modern dengan grille tertutup, lampu utama ramping, dan tiga buah air intake di bagian bawah. Bagian belakangnya tak kalah menarik dengan bentuk yang kokoh, lampu belakang menerus (continuous tail lights), dan spoiler yang memperkuat kesan sporty.
Memiliki dimensi mobil. Panjang 4.540 mm, lebar 1.835 mm, tinggi 1.588 mm, dengan jarak sumbu roda 2.630 mm. Untuk tenaga, Tiggo 5 PRO menggunakan mesin bensin turbo 1.5L (kode SQRE4T15C) buatan Chery yang sanggup menghasilkan tenaga maksimal 115 kW.
Geely Galaxy M7: SUV Plug-in Hybrid 5-Seater yang Siap Hadir dengan Desain Futuristik dan Efisiensi Tinggi
Geely kini bersiap menyapa pasar yang lebih luas dengan kehadiran Galaxy M7.
Dari sisi penampilan, Galaxy M7 langsung dikenali berkat light strip menerus di depan yang menjadi ciri khas. Desainnya yang ramping semakin "elektrik" berkat grille konvensional yang diminiaturisasi dan dipindahkan ke area bumper. Sentuhan krom pada udara intake di sampingnya menambah kesan premium. Yang menarik, M7 mempertahankan gagang pintu konvensional alih-alih yang tersembunyi, sebuah pilihan yang mungkin berfokus pada kepraktisan. Gaya fastback yang melandai dari pilar B dan lampu belakang menerus dengan logo Geely di tengahnya membuat tampilan belakangnya terlihat tajam dan sporty.
Dimensinya menjanjikan ruang kabin dan bagasi yang lapang untuk segmennya, ideal untuk keluarga. Jantungnya adalah sistem hibrida plug-in dengan mesin 1.5L bertenaga 82 kW yang dipadukan dengan baterai lithium ferro fosfat (LFP). Konfigurasi ini mengutamakan efisiensi bahan bakar dan kelancaran berkendara sehari-hari, dengan kemampuan mencapai kecepatan tertinggi 180 km/jam.
Dengan kombinasi desain yang eye-catching, teknologi hibrida yang praktis, dan ruang yang diperkirakan generous, Galaxy M7 berpotensi menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mencari SUV modern tanpa rasa cemas akan jarak tempuh.
Bebas berkendara lebih jauh! XPeng MONA M03 baru menghadirkan jarak tempuh lebih dari 600 km
Sub-brand ekonomis dari XPENG, yaitu MONA M03 baru bakal punya jarak tempuh maksimal yang sangat jauh, yaitu hingga 640 km, sehingga memberikan banyak pilihan bagi pengguna.
Mobil listrik ini akan menggunakan baterai lithium besi fosfat dari EVE Energy. Tersedia tiga pilihan kapasitas baterai dengan jarak tempuh yang berbeda-beda:
· Baterai 51,8 kWh: jarak tempuh antara 485 - 540 km.
· Baterai 61,6 kWh: jarak tempuh antara 570 - 610 km.
· Baterai 62,2 kWh: jarak tempuh tertinggi, yaitu 625 - 640 km.
Eksterior, MONA M03 tidak berubah drastis. Perubahan utama ada pada bumper depan, di mana garis pada grille terhubung mulus dengan lekatan pada kap mesin. Bumper belakang juga didesain ulang dengan tambahan ventilasi udara di kedua sisinya untuk kesan yang lebih sporty.
Yang menarik, mobil baru ini memiliki dimensi 4.785 mm (P) x 1.896 mm (L) x 1.445 mm (T) dengan jarak sumbu roda 2.815 mm. Panjangnya bertambah 5 mm dibandingkan model saat ini.
All-New Wuling Rongguang EV: Ruang Luas, Gaya Modern, Siap Melaju
Hadir dengan desain terbaru yang lebih gagah dan dimensi bodi yang diperbesar. Pilih sesuai kebutuhan keluarga: varian 5-seater atau 7-seater.
Tampilan Eksterior:
· Desain sederhana dan modern dengan grille depan tertutup.
· Lampu persegi yang tegas, dilengkapi detail hitam pada velg dan bumper untuk kesan sporty.
· Bentuk bodi yang kokoh dengan lampu belakang vertikal, menciptakan kesan stabil dan luas.
· Dimensi lapang: Panjang 4.535 mm, jarak sumbu roda 2.850 mm, ideal untuk kenyamanan kabin dan bagasi.
Interior Fleksibel:
· Varian 7-Seater: Baris kedua bisa dilipat, baris ketiga bisa dilipat dan ditingkatkan, menciptakan area bagasi panjang 515 mm.
· Varian 5-Seater: Kabin dan bagasi sangat luas, dengan panjang area bagasi mencapai 1.310 mm untuk muatan yang lebih banyak.
Ditenagai Listrik Murni:
· Motor listrik bertenaga 100kW dengan baterai Lithium Iron Phosphate yang andal.
· Kecepatan tertinggi 135 km/jam, siap untuk perjalanan harian yang efisien dan ramah lingkungan.
FAW Bestune Luncurkan Mobil Listrik Terjangkau Dengan Daya Jelajah 565 km, Gunakan Baterai CATL
Mobil listrik terbaru dari grup FAW yaitu Bestune Yueyi 08, menawarkan daya jelajah hingga 565km dengan sekali isi daya. Sebagai mobil berukuran sedang, mobil ini akan dilengkapi dengan baterai dari produsen ternama CATL. Seri Yueyi memang dikenal dengan harganya yang relatif terjangkau, dan model ini diperkirakan akan mengikuti strategi harga yang ramah kantong.
Tampilan, Yueyi 08 memiliki desain eksterior khas mobil listrik, dengan lampu depan yang dinamis, desain lampu terpisah, dan bagian bawah bumper depan yang masih memiliki ventilasi.
Dimensi mobil ini 4920/1920/1475mm, dengan jarak sumbu roda 2900mm. Bagian belakangnya didesain ramping dengan gaya fastback dan lampu belakang menerus, yang terlihat bersih dan modern. Kabarnya, kabin mobil akan menggunakan chip Qualcomm Snapdragon 8295P yang canggih.
Untuk performa, Bestune Yueyi 08 menggunakan motor listrik berkekuatan 202kW dan baterai lithium besi fosfat (LFP) dari CATL. Kombinasi ini yang memberikannya daya jelajah sejauh 565km.
EXEED Umumkan Mobil Baru, ET7
Mobil ini adalah penyempurnaan dari model ET sebelumnya. Desain depannya diubah jadi lebih modern dan bersih, menghilangkan gril hiasan yang lama.
Ukurannya besar, panjang hampir 5 meter, dengan kabin yang lapang. Hanya tersedia dalam konfigurasi 5 kursi.
Ada dua pilihan mesin:
1. Listrik Murni: Pilihan penggerak belakang (313 hp) atau 4 roda (480 hp).
2. Hybrid (EREV): Menggunakan mesin 1.5T, dengan daya gabungan 469 hp. Klaim jarak tempuh total hingga 1.180 km.
Mobil ini diperkirakan punya fitur mewah seperti suspensi udara, chip Snapdragon 8295, audio 23 speaker, dan jok pijat.
Wuling Bingo Pro Resmi Terungkap! Mobil Listrik Imut dengan Banyak Pilihan
Keluarga mobil listrik imut Wuling Bingo di China bertambah lagi! Setelah Bingo, Bingo S, dan Bingo PLUS, kini hadir varian terbaru bernama Bingo Pro. Ukurannya pas, lebih besar dari Bingo biasa tapi lebih compact dari Bingo S, tetap dengan layout praktis: 5 pintu dan 5 kursi.
Tampilan Tetap Menggemaskan
Bingo Pro tidak meninggalkan ciri khasnya.Desainnya yang seperti kartun, dengan lampu depan besar dan bundar, tetap membuatnya terlihat lucu dan friendly. Warna "susu teh" yang terlihat di dokumen pemerintah pun sangat cocok dengan karakternya. Dari samping, mobil ini didukung roda berdesain kelopak bunga ukuran 16 inci dan gagang pintu semi-tersembunyi yang stylish. Bagian belakangnya rapi, dengan lampu yang bentuknya harmonis dengan desain depannya. Untuk ukuran, panjangnya 4,05 meter dengan jarak antar roda 2,56 meter, cukup lapang untuk segmennya.
Bisa Disesuaikan dengan Selera
Yang menarik,Bingo Pro menawarkan banyak opsi personalisasi. Pembeli bisa memilih tambahan seperti kamera depan, radar parkir depan/belakang, dan indikator buka bagasi. Untuk penampilan, ada pilihan desain roda, warna atap (hitam atau senada body), serta beberapa tipe kaca spion luar (ada yang sudah built-in kamera).
Ditenagai Listrik Murni
Sebagai mobil listrik,Bingo Pro mengandalkan motor listrik dengan tenaga puncak 65 kW dan baterai berjenis Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal lebih aman dan tahan lama.
HarmonyOS Resmi Perkenalkan MPV Pertama Mereka: Zhijie V9
Mobil ini rencananya akan meluncur di musim semi 2026, membawa teknologi terdepan dari Huawei.
Desain eksteriornya khas mobil listrik yang futuristik:
· Bentuk dinamis dengan bagian depan yang kokoh
· Lampu utama dan belakang diduga menyambung (continuous)
· Atap dilengkapi sensor lidar
· Jendela besar, terutama di baris kedua, untuk pengalaman yang lapang
Dibangun di platform E0X-L, Zhijie V9 akan tersedia dalam dua pilihan, yang pertama adalah versi listrik murni, serta yang kedua adalah versi range-extender (penambah jangkauan). Range extender sendiri adalah merupakan mobil listrik yang sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, namun masih memiliki mesin bensin yang berfungsi sebagai pembangkit listrik internal. Baterai mobil ini sendiri menggunakan baterai milik produsen CATL.
China Resmi Izinkan Mobil Otonom Level 3, Changan dan BAIC Jadi yang Pertama
BEIJING — Regulator industri China resmi menyetujui dua mobil listrik lokal dengan kemampuan mengemudi otonom Level 3, menandai pertama kalinya teknologi ini mendapat lampu hijau dari regulator nasional sebagai produk yang sah dan siap digunakan secara terbatas di jalan umum.
Persetujuan tersebut diberikan oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) kepada dua sedan listrik produksi Changan Auto dan BAIC Motor, yang masuk dalam daftar kategori produk otomotif terbaru mereka.
Kedua model ini diizinkan mengaktifkan fitur pengemudian otonom bersyarat (Level 3) di area tertentu, yakni Chongqing dan Beijing, dengan batas kecepatan maksimal masing-masing 50 km/jam dan 80 km/jam. Dalam tahap awal, mobil-mobil ini akan diuji operasionalkan di ruas jalan tertentu melalui layanan transportasi daring milik masing-masing pabrikan.
Sebagai gambaran, industri otomotif membagi teknologi mengemudi otonom ke dalam lima level, mulai dari Level 1 (sekadar cruise control) hingga Level 5 (mobil sepenuhnya bisa mengemudi sendiri). Level 3 memungkinkan pengemudi untuk melepas tangan dan pandangan dari jalan dalam kondisi tertentu, meski tetap harus siap mengambil alih kendali saat dibutuhkan.
Langkah ini mempertegas ambisi China untuk menjadi pemimpin global dalam pengembangan dan adopsi teknologi kendaraan otonom, yang diyakini akan mengubah wajah industri otomotif dunia. Tahun lalu, pemerintah China bahkan menggandeng sembilan produsen mobil dalam uji coba publik untuk mempercepat penggunaan mobil tanpa pengemudi.
Meski begitu, jalan menuju otonomi penuh tidak sepenuhnya mulus. Awal tahun ini, regulator China memperketat pengawasan terhadap teknologi bantuan mengemudi setelah kecelakaan fatal yang melibatkan Xiaomi SU7 pada Maret lalu. Insiden tersebut menewaskan tiga penumpang setelah mobil menabrak tak lama usai pengemudi mengambil alih kendali dari sistem bantuan mengemudi.
Sebagai respons, pemerintah China kini meningkatkan standar regulasi untuk kendaraan Level 3, termasuk mewajibkan pertanggungjawaban produsen mobil dan pemasok komponen apabila kegagalan sistem menyebabkan kecelakaan. Di sisi lain, otoritas tetap mendorong pabrikan untuk terus mengembangkan sistem yang lebih canggih.
Sementara itu, pengembang kendaraan otonom seperti Pony.ai dan WeRide telah lebih dulu menguji kendaraan Level 4 mereka di berbagai kota di China dengan lisensi dari pemerintah daerah.
Sebagai perbandingan, sistem Full Self-Driving (FSD) milik Tesla, yang masih berada di Level 2, telah mendapat persetujuan terbatas di China sejak Februari lalu, namun hingga kini belum mencapai performa optimal, termasuk di pasar Amerika Serikat.
China Rem Perang Harga Mobil, Diskon Ekstrem Mulai Dibatasi
Pemerintah China semakin serius menertibkan perang harga mobil di dalam negeri. Otoritas pengawas pasar mengusulkan aturan baru yang membatasi diskon ekstrem, sebagai sinyal pengawasan yang lebih ketat terhadap persaingan berlebihan di industri otomotif.
Melalui pedoman yang diumumkan Jumat malam, Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar mengusulkan larangan bagi produsen menjual mobil di bawah biaya produksi, serta membatasi dealer menawarkan diskon atau rabat yang membuat harga jual jatuh di bawah ongkos produksi.
Kebijakan ini langsung berdampak ke pasar saham. Saham BYD dan sejumlah produsen EV China melemah pada Senin, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap tekanan regulasi baru. Selama ini, banyak merek mengandalkan diskon agresif untuk menjaga penjualan di tengah permintaan yang melambat.
Padahal, lebih dari enam bulan lalu pemerintah sudah memperingatkan produsen soal praktik “adu cepat” yang merusak kesehatan industri. Namun faktanya, harga mobil terus turun, didorong oleh lemahnya permintaan dan kelebihan kapasitas produksi.
“Beberapa merek memanfaatkan skala produksi besar untuk merebut pasar, dan itu justru memperparah perang harga,” ujar Li Yanwei, penasihat Asosiasi Dealer Mobil China.
Pengetatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan fenomena “involution”, yaitu hiperkompetisi yang membuat keuntungan industri semakin menipis meski persaingan makin sengit.
Data menunjukkan tekanan harga masih berlanjut. Harga transaksi rata-rata BYD turun dari 116.200 yuan pada Juni menjadi 108.100 yuan pada Oktober. Di saat yang sama, insentif negara untuk pembelian EV mulai dikurangi, membuat posisi produsen dan dealer semakin terjepit.
Saham BYD tercatat turun 1,7% di Hong Kong, sementara Nio, Xiaomi, dan Leapmotor juga ikut terkoreksi. Menurut analis Macquarie, investor kini semakin sadar bahwa tekanan regulasi menjadi salah satu faktor utama pelemahan saham otomotif China.
Di sisi lain, saham dealer mobil justru menguat, karena aturan ini berpotensi mengurangi tekanan dari produsen untuk memberikan diskon besar demi mengejar target penjualan. Namun analis Morgan Stanley mengingatkan, menaikkan harga ke konsumen tetap sulit selama permintaan masih lemah, terutama untuk mobil bermesin konvensional.
Aturan ini masih dibuka untuk masukan publik hingga 22 Desember, sekaligus menargetkan praktik kolusi dan memperketat pengawasan harga. Mulai tahun depan, produsen juga diwajibkan mengantongi izin ekspor EV untuk menekan praktik “mobil nol kilometer” yang kerap dipakai demi menggelembungkan angka penjualan.
Seiring pengawasan yang makin ketat, sejumlah produsen mulai mengubah strategi, mengurangi diskon langsung dan menggantinya dengan penawaran nilai tambah agar tetap menarik di mata konsumen.
XPENG Pilih Malaysia untuk Perakitan G6 dan X9, Produksi Mulai Tahun Depan
KUALA LUMPUR — EP Manufacturing Berhad (EPMB), perusahaan otomotif asal Malaysia, resmi menandatangani kesepakatan untuk merakit mobil listrik dari brand China, XPENG, di fasilitas produksinya yang berlokasi di Malaka.
Melalui keterbukaan informasi di bursa saham, EPMB mengungkapkan bahwa proses perakitan untuk SUV listrik XPeng G6 dijadwalkan mulai berjalan pada 31 Maret 2026. Sementara itu, produksi MPV listrik XPeng X9, termasuk varian Extended Range Electric Vehicle (EREV), akan menyusul pada 25 Mei 2026.
Sebagai informasi, EPMB dikenal sebagai produsen komponen otomotif seperti bodi plastik dan aluminium, dan kerja sama ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisinya di sektor perakitan kendaraan listrik.
XPeng sendiri menyatakan bahwa pihaknya tengah menjajaki kemitraan jangka panjang dengan EPMB untuk produksi massal EV, seiring ambisinya menjadikan Malaysia sebagai basis strategis ekspansi di kawasan Asia Tenggara.
Dalam kesepakatan tersebut, XPeng berkomitmen memenuhi jumlah pesanan minimum bulanan. Selain itu, unit EPMB di Malaka, PEPS-JV (Melaka) Sdn Bhd, akan mendapatkan hak penawaran pertama untuk merakit tiga model XPeng berikutnya di masa depan.
EPMB menilai kolaborasi ini akan membantu mengoptimalkan kapasitas pabrik mereka di Malaka, memperluas portofolio klien otomotif, sekaligus memperkuat perannya di industri kendaraan listrik yang terus berkembang.
Menariknya, langkah XPeng ini juga mencerminkan tren terbaru di mana pabrikan otomotif China mulai melirik Malaysia sebagai hub manufaktur Asia Tenggara, setelah sebelumnya lebih fokus ke Thailand dan Indonesia.
Sebelumnya, BYD telah mengumumkan rencana pembangunan pabrik perakitan EV di negara bagian Perak, sementara Leapmotor juga bersiap memulai perakitan EV di pabrik Stellantis di Kedah.
Intip Global Dealer iCAR, Sub Brand dari Chery yang Cheerful, Attractive & Eye Catching di Malaysia
iCAR sub brand dari Chery, meresmikan dealer pertamanya di dunia yang berlokasi di Glenmarie, Shah Alam (Malaysia). Peresmian dealer seluas 18.912 kaki persegi ini menandai babak baru ekspansi global iCAR sekaligus persiapan menyambut peluncuran model pertamanya, iCAR 03, di Malaysia.
Dealer iCAR dengan konsep "Born to Play" menghadirkan pengalaman baru dalam industri otomotif Malaysia. Tidak sekadar showroom konvensional, fasilitas ini dilengkapi dengan:
· Dua EV charging bay pribadi
· iCAR Arcade (zona gaming khusus pengunjung)
· Lounge pelanggan premium
· Tiga bengkel servis dan satu bengkel khusus kustomisasi
iCAR tidak main-main dalam memasuki pasar Malaysia. Brand ini menargetkan pembangunan 18 titik penjualan dan 9 dealer penuh di seluruh Malaysia hingga pertengahan September 2025.
Untuk mendukung ekspansi ini, iCAR telah menyiapkan Components Hub seluas 88.000 kaki persegi di Shah Alam yang telah beroperasi sejak Maret 2025.
Gudang pusat ini menyimpan lebih dari 10.000 suku cadang guna memastikan ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual yang optimal.
Geely Resmikan Pusat Uji Keselamatan Terbesar di Dunia, Siap Setel Standar Baru untuk Mobil Masa Depan
Geely Auto Group baru saja meresmikan Geely Safety Centre, pusat pengujian keselamatan otomotif tercanggih dan terbesar di dunia. Fasilitas megah ini menegaskan komitmen Geely dalam meningkatkan keamanan kendaraan, terutama di era transformasi menuju elektrifikasi dan kendaraan pintar.
Dibangun dengan investasi sekitar Rp 4,7 triliun di atas lahan seluas 45.000 m², pusat ini bukan hanya besar, tetapi juga dilengkapi teknologi mutakhir. Di dalamnya, terdapat beberapa fasilitas unggulan seperti:
· Lintasan uji tabrak dalam ruangan terpanjang (hampir 300 meter)
· Terowongan angin dengan simulasi iklim seluas lebih dari 28.000 m²
· Zona uji tabrak dengan berbagai sudut benturan
· Kemampuan melakukan 27 jenis pengujian keselamatan berbeda dalam satu lokasi
Jerry Gan, CEO Geely Auto Group, menyatakan bahwa keselamatan telah menjadi prioritas Geely selama lebih dari 30 tahun. “Dengan pusat ini, kami ingin menetapkan standar keselamatan baru yang menguntungkan industri dan konsumen global, khususnya di era kendaraan cerdas,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada uji tabrak konvensional, Geely Safety Centre juga dirancang untuk menguji aspek keselamatan modern seperti:
· Sistem keamanan aktif
· Pengujian baterai dan penggerak listrik
· Perlindungan data dan privasi
· Kesejahteraan pengguna dan dampak lingkungan
Dengan adanya fasilitas ini, Geely siap memimpin inovasi keselamatan kendaraan, sekaligus menjawab tantangan keamanan di era mobil listrik dan connected car.
Chery Akan Ikut Balap Legendaris Le Mans dalam 5 Tahun
Produsen mobil asal Tiongkok, Chery, berencana untuk ikut serta dalam balap mobil ketahanan paling bergengsi di dunia, 24 Jam Le Mans, dalam waktu lima tahun ke depan. Mereka akan turun dengan merek premiumnya, Exeed.
Exeed baru saja menandatangani kerja sama dengan penyelenggara Le Mans, Automobile Club de l’Ouest (A.C.O). Rencana mereka bertahap:
1. Seleksi Lokal: Chery akan mengadakan kompetisi balap ketahanan di Tiongkok untuk menguji teknologi, membentuk tim, dan mencari pembalap berbakat.
2. Balap di Asia: Exeed akan mengikuti Asian Le Mans Series sebagai langkah persiapan sebelum ke Le Mans.
3. Tujuan Akhir: Membentuk "Exeed Le Mans Team" untuk bertanding di 24 Jam Le Mans. Chery juga akan membangun sirkuit bersertifikasi Le Mans di Wuhu, kota tempat kantor pusatnya, untuk pengembangan mobil dan ajang balap.
Chery akan menjadi produsen mobil Tiongkok pertama yang berkompetisi di ajang ini, bergabung dengan pabrikan ternama seperti Porsche, Toyota, dan BMW.
Produsen Tiongkok Lain Juga Aktif di Motorsport
Chery bukan satu-satunya. Perusahaan Tiongkok lain juga aktif di dunia balap:
· Geely (lewat Lynk & Co Cyan Racing) sangat sukses di ajang turisme dunia TCR, dengan banyak gelar juara.
· Anak perusahaan Geely juga terlibat dalam dukungan untuk balap junior Formula 4 dan kompetisi teknik mahasiswa.
Dengan langkah Chery ini, semakin jelas bahwa produsen mobil Tiongkok tidak hanya fokus di pasar jalanan, tetapi juga serius mengembangkan teknologi dan reputasi melalui motorsport tingkat dunia.
Ini Dia Tampang Chery Tiggo 9 Baru di China
New Chery Tiggo 9. SUV ini menunjukkan sejumlah penyegaran pada desain eksteriornya, terutama di bagian depan yang mengusung wajah baru.
Selain perubahan gaya, Tiggo 9 generasi terbaru juga akan menawarkan fleksibilitas tempat duduk dengan konfigurasi 5-penumpang atau 7-penumpang.
Untuk segi performa, berdasarkan informasi katalog, Tiggo 9 diprediksi akan tetap mengandalkan kombinasi andalan: mesin bensin 2.0 liter turbo yang dipadukan dengan transmisi otomatis 8-percepatan, sama seperti model yang beredar saat ini.
Dalam hal tampilan, mobil baru ini mengadopsi desain wajah depan yang sepenuhnya baru. Lampu depannya tampak lebih bulat dan berukuran lebih besar dibandingkan model saat ini.
Sementara itu, air intake di kedua sisi bumper depan juga didesain ulang dengan bentuk yang lebih tegas dan garang. Desain ini membentang hingga ke grille dan menyatu dengan front lip, membentuk kesan visual "mulut besar" yang dominan. Hasilnya, kesan visual depan mobil secara keseluruhan jauh lebih kuat.
Bagian samping bodi tetap mempertahankan desain model saat ini, lengkap dengan hidden door handles. Konsumen juga dapat memilih velg dengan tiga ukuran berbeda: 18, 19, dan 20 inci.
Bagian belakang mobil dilengkapi dengan lampu taillight tembus-pandang (smoked) yang tersambung secara continous, serta tata letak knalpot ganda di bagian bawah.
Untuk dimensi, mobil ini memiliki panjang x lebar x tinggi 4853/1930/1718 (1730) mm dengan (wheelbase) 2820 mm.
Untuk personalisasi, mobil ini menawarkan beragam fitur opsional, di antaranya:
· Sunroof
· Velg alloy (dengan pilihan desain dan ukuran berbeda)
· Door guide channel untuk keempat pintu
· Flood deflector eksterior empat pintu
· Jendela sudut belakang
· Bodi dua warna (two-tone)
· Kaca non-privasi
· Badging atau emblem khusus di bagian belakang
· Antena shark fin
Ditenagai Mesin 2.0 Turbo
Untuk sisi performa,mobil baru ini akan dilengkapi dengan mesin bensin 2.0 liter turbo 4-silinder (kode mesin: SQRF4J20C). Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal sebesar 192 kW.
Untuk efisiensi bahan bakar,angka konsumsi resmi yang tercatat adalah 8,15 liter untuk setiap 100 kilometer.
Ini dia Wuling STARLIGHT L yang sebentar lagi hadir di China.
Selain perubahan gaya, Tiggo 9 generasi terbaru juga akan menawarkan fleksibilitas tempat duduk dengan konfigurasi 5-penumpang atau 7-penumpang.
Untuk segi performa, berdasarkan informasi katalog, Tiggo 9 diprediksi akan tetap mengandalkan kombinasi andalan: mesin bensin 2.0 liter turbo yang dipadukan dengan transmisi otomatis 8-percepatan, sama seperti model yang beredar saat ini.
Dalam hal tampilan, mobil baru ini mengadopsi desain wajah depan yang sepenuhnya baru. Lampu depannya tampak lebih bulat dan berukuran lebih besar dibandingkan model saat ini.
Sementara itu, air intake di kedua sisi bumper depan juga didesain ulang dengan bentuk yang lebih tegas dan garang. Desain ini membentang hingga ke grille dan menyatu dengan front lip, membentuk kesan visual "mulut besar" yang dominan. Hasilnya, kesan visual depan mobil secara keseluruhan jauh lebih kuat.
Bagian samping bodi tetap mempertahankan desain model saat ini, lengkap dengan hidden door handles. Konsumen juga dapat memilih velg dengan tiga ukuran berbeda: 18, 19, dan 20 inci.
Bagian belakang mobil dilengkapi dengan lampu taillight tembus-pandang (smoked) yang tersambung secara continous, serta tata letak knalpot ganda di bagian bawah.
Untuk dimensi, mobil ini memiliki panjang x lebar x tinggi 4853/1930/1718 (1730) mm dengan (wheelbase) 2820 mm.
Untuk personalisasi, mobil ini menawarkan beragam fitur opsional, di antaranya:
· Sunroof
· Velg alloy (dengan pilihan desain dan ukuran berbeda)
· Door guide channel untuk keempat pintu
· Flood deflector eksterior empat pintu
· Jendela sudut belakang
· Bodi dua warna (two-tone)
· Kaca non-privasi
· Badging atau emblem khusus di bagian belakang
· Antena shark fin
Ditenagai Mesin 2.0 Turbo
Untuk sisi performa,mobil baru ini akan dilengkapi dengan mesin bensin 2.0 liter turbo 4-silinder (kode mesin: SQRF4J20C). Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal sebesar 192 kW.
Untuk efisiensi bahan bakar,angka konsumsi resmi yang tercatat adalah 8,15 liter untuk setiap 100 kilometer.
AION HYPTEC siapkan "LINE UP TERBARU"
Model yang diduga bernama HYPTEC S600 ini menawarkan dua opsi penggerak: versi range-extender (EREV) dan versi listrik murni (BEV). Dari segi ukuran, mobil ini sedikit lebih kecil dari HYPTEC HL, dan diposisikan sebagai SUV besar dengan konfigurasi 5 penumpang.
Dari segi tampilan, HYPTEC S600 menghadirkan desai streamline dan dinamis. Bagian depan mengusung konsep split dengan lampu utama konfigurasi dual-lens di bagian atas dan bawah yang dilengkapi dual LED daytime running lights (DRL). Lampu utama bagian bawah terintegrasi dengan grille depan, menciptakan kesan visual. Sebagai indikasi fitur canggihnya, di bagian depan juga terdapat lidar.
SUV 5 Seater ini berdimensi (5.015/1.933/1.700 mm) atau 1.685 mm tergantung varian, dengan wheelbase 2.936 mm.
Sisi belakangnya mengadopsi desain khas Coupe-SUV yang sporty, dengan kombinasi lampu belakang full LED berpola tembus (continuous taillight) dan lampu vertikal ganda.Tidak ketinggalan, panoramic sunroof.
HYPTEC S600 menghadirkan 2 pilihan sistem penggerak:
1. Versi Range-Extender (EREV): Ditenagai oleh mesin turbo 1.5 liter yang menghasilkan daya maksimal 118 kW, didukung baterai LFP. Varian ini mampu mencapai kecepatan tertinggi 190 km/jam.
2. Versi Listrik Murni (BEV): Mengandalkan motor tunggal bertenaga besar dengan output maksimal 250 kW. Konsumen bisa memilih paket baterai LFP atau baterai (NMC/ternary). Kecepatan tertinggi nyatercatat hingga 183 km/jam.
Dibangun dengan investasi sekitar Rp 4,7 triliun di atas lahan seluas 45.000 m², pusat ini bukan hanya besar, tetapi juga dilengkapi teknologi mutakhir. Di dalamnya, terdapat beberapa fasilitas unggulan seperti:
· Lintasan uji tabrak dalam ruangan terpanjang (hampir 300 meter)
· Terowongan angin dengan simulasi iklim seluas lebih dari 28.000 m²
· Zona uji tabrak dengan berbagai sudut benturan
· Kemampuan melakukan 27 jenis pengujian keselamatan berbeda dalam satu lokasi
Jerry Gan, CEO Geely Auto Group, menyatakan bahwa keselamatan telah menjadi prioritas Geely selama lebih dari 30 tahun. “Dengan pusat ini, kami ingin menetapkan standar keselamatan baru yang menguntungkan industri dan konsumen global, khususnya di era kendaraan cerdas,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada uji tabrak konvensional, Geely Safety Centre juga dirancang untuk menguji aspek keselamatan modern seperti:
· Sistem keamanan aktif
· Pengujian baterai dan penggerak listrik
· Perlindungan data dan privasi
· Kesejahteraan pengguna dan dampak lingkungan
Dengan adanya fasilitas ini, Geely siap memimpin inovasi keselamatan kendaraan, sekaligus menjawab tantangan keamanan di era mobil listrik dan connected car.
bottom of page
























