top of page
< Back

XPENG Pilih Malaysia untuk Perakitan G6 dan X9, Produksi Mulai Tahun Depan

KUALA LUMPUR — EP Manufacturing Berhad (EPMB), perusahaan otomotif asal Malaysia, resmi menandatangani kesepakatan untuk merakit mobil listrik dari brand China, XPENG, di fasilitas produksinya yang berlokasi di Malaka.

Melalui keterbukaan informasi di bursa saham, EPMB mengungkapkan bahwa proses perakitan untuk SUV listrik XPeng G6 dijadwalkan mulai berjalan pada 31 Maret 2026. Sementara itu, produksi MPV listrik XPeng X9, termasuk varian Extended Range Electric Vehicle (EREV), akan menyusul pada 25 Mei 2026.

Sebagai informasi, EPMB dikenal sebagai produsen komponen otomotif seperti bodi plastik dan aluminium, dan kerja sama ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisinya di sektor perakitan kendaraan listrik.

XPeng sendiri menyatakan bahwa pihaknya tengah menjajaki kemitraan jangka panjang dengan EPMB untuk produksi massal EV, seiring ambisinya menjadikan Malaysia sebagai basis strategis ekspansi di kawasan Asia Tenggara.

Dalam kesepakatan tersebut, XPeng berkomitmen memenuhi jumlah pesanan minimum bulanan. Selain itu, unit EPMB di Malaka, PEPS-JV (Melaka) Sdn Bhd, akan mendapatkan hak penawaran pertama untuk merakit tiga model XPeng berikutnya di masa depan.

EPMB menilai kolaborasi ini akan membantu mengoptimalkan kapasitas pabrik mereka di Malaka, memperluas portofolio klien otomotif, sekaligus memperkuat perannya di industri kendaraan listrik yang terus berkembang.

Menariknya, langkah XPeng ini juga mencerminkan tren terbaru di mana pabrikan otomotif China mulai melirik Malaysia sebagai hub manufaktur Asia Tenggara, setelah sebelumnya lebih fokus ke Thailand dan Indonesia.

Sebelumnya, BYD telah mengumumkan rencana pembangunan pabrik perakitan EV di negara bagian Perak, sementara Leapmotor juga bersiap memulai perakitan EV di pabrik Stellantis di Kedah.

bottom of page